Share

Bab 57

Author: D.N.A
last update publish date: 2026-05-14 13:00:09

Luka Agnira sudah terbalut rapi. Tidak ada yang serius hanya tergores terlalu dalam, tidak perlu di jahit ataupun di rawat. Kini pasangan itu keluar dari rumah sakit dengan ekspresi wajah yang berbeda. Agnira masih marah dengan ucapan Sambara terakhir kalinya, sedangkan Sambara terlihat acuh.

Pria itu bahkan berjalan lebih dulu tanpa menunggu Agnira. Wanita itu berdecih pelan saat melihat Sambara yang berlalu begitu saja.

"Dasar pria menyebalkan," bisik Agnira menahan garam.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 216

    Dokter Maya di temukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam ruangannya. Wanita itu terlihat linglung dengan luka di pelipis kanan, entah apa yang Leonard lakukan, tetapi yang jelas untuk saat ini, pria itu dalam buruan Sangkara Hitam.Semua anak buah Sambara di kerahkan untuk mencari keberadaan itu. Di dunia bawah, nama Leonard sudah menjadi sayembara, siapa yang bisa memenggal kepalanya akan mendapatkan hadiah besar dari Sambara.Pria itu tidak pernah main-main dalam bertindak, dan untuk kali ini dia tidak akan memberi kesempatan bagi musuhnya untuk mendekat. Arsen terlihat diam dengan keputusan yang baru Sambara ucapkan, hatinya menolak karena Leonard masihlah sahabat dekatnya. Dulu, mereka bertiga berteman baik, bahkan bisa dibilang seperti saudara kandung."Kau yakin akan melakukan ini, Sambara?" tanya Arsen memastikan.Wajah Sambara masih terlihat menahan kesal. Sorot matanya tajam saat melirik ke arah Arsen."Kamu masih ingin membelanya?" tanyanya datar.Arsen menggeleng p

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 215

    "Tunggu dokter."Pria bermasker itu berhenti, lalu menoleh perlahan. "Ya?""Silakan tunjukkan kartu identitas Anda."Keheningan seketika memenuhi ruangan. Sambara, yang sedang membantu Agnira duduk di atas ranjang pemeriksaan, mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Sorot matanya langsung berubah tajam.Pria bermasker itu tersenyum tipis di balik masker. "Tentu."Ia meletakkan baki di atas meja, lalu merogoh saku jas putihnya. Robi tidak berkedip sedikit pun. Tangannya perlahan bergeser ke balik jas, menyentuh gagang pistol yang tersimpan rapi di pinggang."Aneh," gumam Robi."Iya?" tanya dokter itu terlihat panik."Dokter di klinik ini menggunakan kartu identitas yang digantung di dada. Bukan disimpan di saku," tutur Robi sambil menyipitkan mata.Kalimat itu membuat tangan pria bermasker berhenti di dalam saku. Pria itu menelan ludah dengan susah payah, hawa di ruangan ini mendadak turun drastis dan membuat ia menjadi gugup.Suasana berubah sunyi. Dalam sepersekian detik, mata pria i

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 214

    Jejak air mata di atas kertas diary Kenan telah mengering, tetapi kalimat itu justru semakin tertanam dalam kepala Nayara. Ia menutup buku tebal tersebut dengan tangan gemetar, lalu mendekapnya erat di dada.Nayara memiliki berjalan pelan ke arah tempat tidur Kenan. Ia merebahkan tubuh di atas kasur empuk itu, dan memeluk guling dengan jejak aroma milik kekasihnya yang masih menempel di sana.​​Rasa bersalah kembali datang memenuhi rongga hatinya, menghantamnya hingga terasa sesak. Selama ini, Kenan menyimpan luka itu sendirian di balik senyumnya. Dan Robi, pria itu mengubur perasaannya begitu dalam demi menjaga profesionalisme dan menghormati keputusan yang Nayara ambil.​Nayara memejamkan mata erat-erat. Bagaimana mungkin ia tidak sadar, jika Robi menyimpan perasaan terhadapnya selama ini? Fajar menyingsing perlahan, hangat mentari mulai terasa saat Nayara membuka matanya. Tubuhnya terasa remuk dengan kepala yang terasa sakit karena terlalu banyak menangis.Suara derap langkah kak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 213

    Asap hitam membumbung perlahan dari balik deretan gudang tua di kawasan pelabuhan. Api belum terlihat besar, tetapi bau gosong yang menyengat telah memenuhi udara malam. Beberapa pria berbaju hitam berdiri berjajar mengelilingi lokasi. Tak seorang pun berani mendekat tanpa perintah."Sudah dipastikan?" tanya seorang pria dengan suara rendah."Sudah. Semua dokumen di dalam hangus, tidak ada jejak bukti apapun lagi." Pria itu mengembuskan asap rokoknya perlahan. Tatapannya tetap tertuju pada bangunan yang masih mengepulkan asap."Dan mayatnya?" tanyanya penuh selidik, berharap akan ada bukti lain di tempat ini."Tidak ada apapun di dalam sana, Bos." Rahangnya mengeras menahan kesal. "Berarti dia masih hidup.Kalimat itu membuat beberapa anak buahnya saling berpandangan. Pria bertubuh tinggi itu meraih sebuah foto dari saku jasnya. Di dalam foto terlihat wajah Leonard dengan topeng khas yang membungkus wajahnya. Robi kembali menyimpan selembar foto itu dan menatap anak buahnya lagi."

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 212

    Pintu kamar terbuka perlahan. Hal pertama yang dilihat Sambara adalah Agnira yang sedang berdiri di balkon kamar.Malam telah turun sempurna. Cahaya bulan menyelinap di sela-sela pepohonan, menerpa lembut sosok wanita yang memeluk kedua lengannya sendiri. Rambut panjangnya bergoyang pelan diterpa angin malam, sementara gaun hamil berwarna krem yang dikenakannya ikut berkibar lembut.Sambara berhenti melangkah. Untuk beberapa saat, ia hanya memandangi punggung istrinya tanpa bersuara."Kenapa di luar?" tanya Sambara pada akhirnya. Pria itu berjalan ke sisi nakas dan mulai melepas jam tangannya, lalu menaruhnya di atas meja.Agnira menoleh sekilas. Senyum tipis menghiasi bibirnya. "Ingin saja, di sini sejuk." Sambara berjalan mendekat. Begitu tiba di belakang Agnira, ia langsung memeluk wanita itu dengan lembut."Udara malam dingin, sayang. Nanti kamu masuk angin," ujar pria itu sambil mendekap sang istri begitu erat."Tidak ko, kan ada kamu yang menghangatkan," gurau Agnira sambil ter

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 211

    Byurr!Air kolam memercik tinggi ke segala arah ketika tubuh Arsen terhempas masuk ke dalamnya. Pria itu terlihat gelagapan saat air masuk melewati hidungnya. Beberapa kali ia terbatuk sebelum akhirnya muncul ke permukaan, sambil mengacak-acak rambutnya yang sudah basah kuyup."Uhuk! Uhuk! Astaga ...!" keluhnya dengan napas tersengal. "Kau mau membunuhku? Hah!" Ia berenang tergesa menuju bibir kolam, lalu berpegangan di tepian sambil terus batuk-batuk. Air menetes dari wajah dan pakaiannya, membuat penampilannya yang biasanya santai kini tampak berantakan.Di tepi kolam, Sambara berdiri tanpa sedikit pun merubah ekspresi. Kedua tangannya masih tersimpan di saku celana, seolah yang baru saja terjadi bukanlah sesuatu yang perlu dipermasalahkan."Itu hukuman karena bertindak tanpa berpikir," ucap pria itu tenang.Arsen mendongak dengan wajah kesal. "Kan aku sudah minta maaf!""Kepada saya." Tunjuknya pada diri sendiri. Sambara berjalan ke arah kursi yang berada di sana, dan memilih dud

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 04

    Malam merambat perlahan, membawa keheningan lembut yang terasa tidak nyaman. Di balik pintu kamar, Agnira terdiam menatap dirinya sendiri di depan cermin besar. "Ayo, Agnira ... ini tidak akan lama," bisik Agnira, pelan, nyaris tidak terdengar.Kaki jenjang yang terbalut sandal bulu itu bergerak

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 03

    Keesokan paginya. Ruang makan yang selalu di isi keheningan mendadak terasa lebih berat dari sebelumnya. Agnira terus menerus melirik kecil pada Sambara yang berjarak cukup jauh dengannya, sudah biasa dan memang itu aturan awalnya.Wangi aroma masakan menguar. Namun di antara mereka belum ada yang

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 02

    Agnira terdiam, memproses segalanya dengan cepat. Ia kembali melirik Sambara, lalu berdiri perlahan dari duduknya."Hanya tiga puluh hari, 'kan?" tanya Agnira, singkat.Sambara yang sudah kembali duduk santai hanya mengangguk. "Iya.""Baiklah. Jika itu maumu, akan aku lakukan," putus Agnira tanpa

  • Ranjang Panas Suamiku   Bab 01

    "Batas waktu kita berakhir lusa. Saya sudah menyiapkan dokumen perceraian,"Agnira menatapnya sekali di tengah memotong daging saat pria itu meraih gelas air. Tarikan napas berat terdengar, membuat suasana ruang makan yang sunyi terasa semakin menekan. "Taruh saja di atas meja kerja. Nanti saya b

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status