Menikah lah supaya wajahmu muda kembali," ejek Rama pada putranya. Rama menatap dingin ke arah teman adiknya, enggan membalas jabat tangan perempuan itu. Lalu setelah itu dia menatap berang pada daddy-nya. "Lebih baik Daddy diam," kesalnya. Lagi-lagi Rama tertawa. Semakin putranya terlihat kesal, semakin dia terhibur. Di sisi lain, Inggita membelalak. Dia refleks menarik tangannya lalu menjauh dari pria itu. Pria ini memanggil si pria ber-aura tua dengan panggilan 'daddy. Itu berarti …- "Wah, kalian sudah datang?" Aluna tiba-tiba muncul, membuat Shaka, Nabila, dan Inggita merasa lega seketika. "Cepat sekali." "Kami sekalian ingin membantu Bu Aluna," ucap Inggita, "oh iya, kami membawa buah dan kue, Bu," tambahnya dengan gugup. "Terima kasih," ucap Aluna, berniat meraih tas belanjaan yang Shaka bawa. Namun, tiba-tiba daddy-nya bersuara. "Berikan pada maid. Biar mereka yang membawa," ucap Rama cukup tegas. "Iya, Dad, iya," jawab Aluna cukup sebal. Huh! Daddynya sang
Baca selengkapnya