"Tentu, Sweetheart," ucap Kaze dengan lembut, mengusap pucuk kepala Naia penuh kasih sayang. "Kau tidak perlu terlalu khawatir. Selagi Zen manusia, maka dia tetap bisa merasakan yang namanya jatuh cinta." Naia menganggukkan kepala. "Aku tahu, Mas. Tapi … karena kejadian itu …-" Naia menjeda sejenak, menatap ke atas putranya masih sanantiasa menatap ke arah Aluna yang terlihat asyik berbicara, "sangat khawatir pada Zen kita. Dia bukan hanya kehilangan tawanya, tetapi juga … membenci perempuan." Kaze diam sejenak, memahami kekhawatiran istrinya. Sejujurnya, dia juga pernah mengkhawatirkan hal yang sama, khawatir putranya … menyimpang. Namun, Kaze selalu meyakinkan dirinya sendiri kalau didikannya pada Kaizen tidak akan gagal. Kejadian itu … putranya hanya kehilangan warnanya, bukan tidak membutuhkan warna dalam hidupnya. Kaze selalu percaya, setelah Kaizen menemukan warna itu, maka hidup putranya akan membaik dan bahagia. "Lihat ke sana," ucap Kaze tiba-tiba, menyuruh Naia untuk me
Última atualização : 2026-06-13 Ler mais