Bruk!Dewa menghempaskan tubuh jumbo Niskala ke atas kasur king size kamar utama mereka. Kasur empuk bersprei sutra itu sampai membal tinggi, membuat dua bukit kembar Niskala yang masih basah dan licin berbusa bergoyang heboh tanpa arah di bawah remang lampu kemerahan."Ahhh! Kasar sekali, Dewa," rintih Niskala lambat. Desahan manjanya bergaung seksi, namun sedetik kemudian ia malah terkekeh geli seraya merayap mundur hingga kepalanya bersandar di headboard ranjang.Dewa tidak membalas ucapan itu. Dengan gerakan tegap dan dominan, ia merayap naik ke atas kasur, langsung mengunci tubuh molek Niskala di bawah kungkungan dada bidangnya yang berotot keras. Napasnya yang memburu pekat berhembus di permukaan kulit wajah Niskala."Jangan memancingku dengan tawa itu lagi, Niskala," ketus Dewa, suaranya berat, serak, dan sarat akan tuntutan yang pekat."Hihi... siapa yang memancingmu? Antena di dahimu itu yang dari tadi bergoyang lucu," cibir Niskala dengan nada dewasa yang gemas. Tangan lenti
Read more