Keesokan paginya, tubuh tegap Dewa sudah kembali bertenaga penuh. Efek lemas semalam beneran hilang tanpa bekas berkat servis tulus Niskala dan istirahat totalnya. Pukul delapan pagi, Dewa sudah berdiri tegap di ruang tengah penthouse mewah miliknya, mengenakan kemeja satin hitam yang melekat pas di dada bidang dan perut berototnya.Cklek.Pintu utama penthouse terbuka. Pak Gun melangkah masuk lebih dulu, diikuti oleh seorang gadis yang berjalan menunduk di belakangnya dengan seragam pelayan ketat berwarna abu-abu dan rok mini di atas lutut."Nona Niskala, Tuan Dewa, ini pelayan baru yang saya ceritakan kemarin," ucap Pak Gun sopan, membungkuk sedikit ke arah Dewa. Niskala sendiri tampak duduk santai di sofa kulit, menyilangkan paha mulusnya sambil tersenyum penuh arti."Lina, perkenalkan dirimu pada majikanmu," perintah Pak Gun tegas pada gadis di belakangnya.Gadis itu mendongak perlahan, memasang senyum manis yang dipaksakan. "Selamat pagi, Tuan. Nama saya Lina Anggraini, saya pela
Read more