Dalam kegelapan yang pekat, Dewa tidak sepenuhnya kehilangan rasa. Sisa-sisa kesadarannya yang tipis masih mampu menangkap perubahan suhu di sekitarnya. Lantai marmer yang tadinya terasa sedingin es di pipinya, mendadak menjauh. Tubuh tegapnya yang tinggi besar tiba-tiba terasa ringan, seolah gravitasi di dalam penthouse itu telah lenyap.Whuushh...Dewa merasakan tubuh bidangnya melayang di udara. Pandangannya yang buram menangkap siluet hitam panjang yang bergerak fleksibel di bawah perutnya. Itu adalah ekor iblis Niskala. Ekor kulit yang tebal, halus, namun sekeras baja itu melingkar erat di pinggang Dewa, menopang bobot tubuhnya dengan sangat mudah.'Sialan... tubuhku beneran lumpuh total,' batin Dewa, merutuki ketidakberdayaan dirinya sendiri. 'Mantan gembel sepertiku mendadak punya segalanya, tapi di depan iblis ini, aku tetap bukan apa-apa. Sialan kamu, Niskala! Aku bersumpah akan mencari cara untuk menghancurkanmu.'"Kamu beneran keras kepala, Dewa," menggerutu Niskala. Suaran
Read more