"Apa kau bisa menjamin aku akan keluar dari sini, Sya?"Suara Celline terdengar begitu lirih, hampir tenggelam oleh kesunyian yang memenuhi ruangan. Namun, bagi Marsya, pertanyaan sederhana itu justru terasa jauh lebih menyakitkan daripada bentakan atau ancaman apa pun yang sebelumnya mereka terima. Ia menatap wajah Celline yang basah oleh air mata, melihat ketakutan yang begitu nyata di sana, dan untuk beberapa detik Marsya tidak mampu menemukan satu pun kata yang pantas untuk menjawabnya.Marsya menarik napas panjang. Perlahan, ia mendekat hingga duduk tepat di hadapan Celline, kemudian menggenggam kedua tangan wanita itu yang terasa dingin dan gemetar. "Aku tidak tahu apa yang akan terjadi setelah ini," ucapnya jujur, membuat Celline kembali menundukkan kepala. Namun, Marsya segera mengangkat dagu sahabatnya itu, memaksanya untuk menatap kedua matanya. "Tapi ada satu hal yang bisa kujanjikan kepadamu, Celline. Aku akan mengeluarkanmu dari sini.""Bagaimana caranya?" Air mata kembal
اقرأ المزيد