“Demi Tuhan, Tante, mereka masih bersama!” Bianca mendatangi kediaman orang tua Garendra. Mengadu atas apa yang telah dilihat dengan kedua matanya sendiri. Tidak hanya itu, wanita cantik itu menceritakan tindakan yang dilakukan oleh Arumi padanya. “Kamu nggak sedang mengada-ngada ‘kan, Bi?” Kedua alis Widya tampak saling menaut. “Demi Tuhan, Tante. Lagian … buat apa Bianca bohong sama Tante? Nggak ada untungnya.”“Kamu ketemu mereka di mana?”“Toko buku. Tapi … Bianca yakin kalau mereka tinggal di apartemen Garen, Tante.”“Ah, nggak mungkin.” Widya masih begitu fokus pada majalah yang dilihatnya dari sebelum Bianca datang ke rumahnya. “Kemarin tante dari apartemen Garen, nggak ada apa-apa. Nggak ada siapa-siapa, dan nggak ada yang mencurigakan.”“Tapi, Tan—““Sudahlah, Bi. Tante capek, tante nggak mau terlalu menaruh curiga sama Garen, karena bagaimana pun juga, dia aset berharga buat tante. Lebih baik, kalau emang kamu ngerasa dia masih berhubungan ama Arumi, kamu usaha dong, buat
Read more