“Anak itu betul-betul sudah kurang ajar, Bi! Dia bahkan tega mengusir tante dari kantornya!” Kini, giliran Widya yang mengadu pada Bianca dengan wajah yanh begitu kacau. “Sekarang Tante percaya ‘kan, sama saya? Jalang itu benar-benar sudah mencuci otak Garen, Tante, sampai-sampai dia berani membangkang.” Widya mengepalkan tinjunya, tatapannya nyalang pada langit-langit apartemen Bianca. “Tante betul-betul menyesal karena sudah menjodohkan Garendra dengan perempuan sialan itu! Ini semua gara-gara Hendrawan! Tante juga harus memberinya pelajaran!” “Siapa Hendrawan?” tanya Bianca. Widya menoleh. “Ayah dari janda tak tahu diri itu!” “Owh, bagaimana jika kita ke rumahnya saja, Tante. Siapa tahu Jalang itu ada di sana?” “Tidak mungkin, Bi. Karena kalau sampai Arumi di sana, itu sama halnya dirinya sedang masuk dalam kandang singa.” “Lalu, bagaimana?” “Entahlah, tante masih bingung.” Widya menganjur napas sambil sesekali memijat pelipisnya sendri. “Tante minta sama kamu, te
Read more