Seumur hidup, ayah Rionegro tahu Rionegro tumbuh sebagai anak yang terlalu terbiasa menahan diri. Anak yang lebih banyak diam daripada meminta. Anak yang menyimpan kecewa, luka, dan jarak dengan keluarganya sendiri. Anak yang menganggap tanggung jawab sebagai sesuatu yang harus dipikul sendirian, bukan dibagi.Namun sekarang, di depan matanya, Rionegro duduk di samping istrinya, menyuapi perempuan yang hampir ia kehilangan, dengan ekspresi tenang yang justru terasa penuh rasa takut dan kasih sayang.Ayah Rionegro menarik napas pelan.“Yusallia,” panggilnya.Yusallia menoleh. “Iya, Ayah?”Panggilan itu membuat ruangan hening sebentar.Ayah Rionegro terdiam.Rionegro pun menoleh, seolah ikut menangkap perubahan kecil itu.Yusallia tidak menyadari bahwa panggilan itu terdengar begitu alami keluar dari mulutnya. Sejak menikah dengan Rionegro, ia memang mencoba menghormati keluarga suaminya. Namun hari ini, kata itu
Leer más