Di sisi lain kota, pagi terasa berjalan dengan ritme yang berbeda. Gerbang besar Universitas Indonesia sudah dipenuhi mahasiswa yang berlalu-lalang. Sebagian berjalan tergesa ke kelas, sebagian lagi masih sempat bercanda dengan teman-temannya di bawah rindangnya pepohonan kampus. Udara pagi yang masih segar bercampur dengan hiruk-pikuk yang khas—ramai, hidup, dan penuh gerak. Rionegro memarkir mobilnya dengan tenang. Ia melepas kacamata hitam yang sejak tadi bertengger di wajahnya, lalu menyimpannya ke dalam mobil. Kemeja yang ia kenakan tetap rapi seperti biasa, tanpa banyak usaha. Pada dirinya, kerapian memang selalu tampak seperti sesuatu yang alami, bukan hasil dari terlalu banyak perhatian. Ia melangkah keluar dari area parkir dengan gerakan santai. Langkahnya panjang, mantap, dan tidak tergesa. Namun alih-alih langsung menuju gedung fakultas, ia justru berbelok ke arah lain—ke sebuah kafe kecil yang letaknya tidak jauh dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, tempat ia mengajar
Huling Na-update : 2026-04-22 Magbasa pa