Pagi datang dengan suasana yang berbeda, di tempat yang berbeda, dan entah kenapa juga dengan perasaan yang sedikit berbeda. Di apartemennya, Rionegro keluar dari kamar dalam keadaan rapi seperti biasa. Kemeja yang ia kenakan berwarna netral, bersih, dan pas di tubuhnya. Tidak terlalu formal, tetapi tetap cukup untuk membuatnya terlihat profesional. Rambutnya sudah tertata, meski tetap menyisakan kesan santai yang tidak dibuat-buat. Seperti biasa, semuanya terlihat sederhana, tenang, dan terkontrol. Namun pagi itu ada sesuatu yang sedikit bergeser dari rutinitasnya. Ia sudah siap berangkat, tas kerja sudah ada di tangan, kunci mobil pun sudah terselip di jemarinya. Tapi langkahnya tidak langsung mengarah ke kampus. Ia berdiri beberapa saat di dekat pintu apartemen, memandang lurus ke depan seolah sedang mempertimbangkan sesuatu yang sebenarnya sangat sepele. Masih terlalu pagi. Ia juga tidak terlalu ingin sarapan di apartemen. Entah kenapa, pagi itu ia merasa ingin keluar sebenta
Read more