Setelah beberapa jam penerbangan yang menegangkan, mereka akhirnya mendarat di sebuah lembah tersembunyi di sisi Oakhaven. Semua orang turun dengan lemas. Para teknisi menangis lega, sementara para ksatria segera membentuk perimeter pertahanan. Celina duduk di atas sebuah batu besar, menatap tangannya yang hitam karena jelaga dan minyak. Ia telah kehilangan segalanya—memori digital dari dunianya, teknologi kunci portal, dan liontin ibunya. Ia merasa seperti kembali ke titik nol, sebagai Vivianne yang tidak punya apa-apa. Lucien mendekat, melepas zirah dadanya yang penyok. Ia duduk di samping Celina, memberikan sebotol air minum. "Kau menyelamatkan benua ini, Celina. Jika portal itu terbuka sepenuhnya seperti keinginan Arthur, Oakhaven akan menjadi ladang pemanen bagi duniamu yang haus energi," ujar Lucien lembut. "Tapi aku menghancurkan memori ibuku, Lucien. Semua pengetahuan yang bisa membuat Oakhaven melompati waktu seribu tahun ke depan... semuanya lenyap dalam portal itu."
Last Updated : 2026-04-24 Read more