Minggu-minggu memasuki trimester kedua ternyata tidak semudah yang dibayangkan Zivanya. Jika di bulan-bulan awal ia sempat merasa baik-baik saja, walau ada sedikit mual, kini rasa mual datang lebih sering, terutama di pagi hari, membuat nafsu makannya menurun drastis.Pagi itu Zivanya terbangun dengan perut yang terasa diaduk-aduk. Ia buru-buru berlari kecil ke kamar mandi begitu bangun tidur. Ariyan ikut menyusul dengan sedikit khawatir."Kamu kenapa?" Ariyan berdiri di ambang pintu kamar mandi, mendapati Zivanya berjongkok di depan wastafel, wajahnya pucat sambil sesekali terbatuk kecil."Nggak apa-apa," jawab Zivanya lemah, mengusap sudut bibirnya dengan tisu. "Cuma mual biasa."Ariyan segera berjongkok di samping istrinya, mengusap punggungnya lembut, menyisihkan helai rambut yang menutupi wajah Zivanya. "Biasa gimana? Kamu udah tiga hari ini kayak gini terus. Aku telepon dokter ya?""Nggak usah, Ari. Ini normal kok buat ibu hamil di trimester kedua. Cuma morning sickness yang aga
Read more