“Ikut aku,” ucap Solvatar pelan. Nadanya bukan lagi perintah seorang Alpha, melainkan sebuah ajakan yang dalam.Runala menoleh ke arah ranjang Nacthmar dengan binar ragu. Lelaki itu tampak telah terlelap dalam tidur yang paling tenang sejak luka-lukanya didapat. “Tapi bagaimana dengan Nacthmar? Dia bisa saja terbangun dan butuh air, atau—”“Ada prajurit yang berjaga di ambang pintu, dan Kakek Garon, akan mengawasinya di sini," potong Solvatar. Suaranya mantap, bagaikan hantaman godam yang meruntuhkan benteng kecemasan Runala. “Kau sudah memberikan segalanya lebih dari seminggu ini. Sekarang, berikan waktu untuk dirimu sendiri.”Runala menarik napas panjang, menatap tangannya yang masih sedikit gemetar karena kelelahan, lalu mengangguk kecil.Di luar, Ashvor sudah menunggu. Solvatar mendekat, tangan besarnya yang hangat melingkar di pinggang Runala untuk membantunya naik. Sentuhan itu terasa kontras. Kekuatan Solvatar menyentuh tubuh Runala yang terasa begitu rapuh di bawah jemarinya.
آخر تحديث : 2026-05-13 اقرأ المزيد