“Mak, Abah sudah ketemu!” teriaknya dari luar bilik pemandian jenazah perempuan. Mak Acih terpaku sesaat. Jantungnya berdetak kencang, sementara tubuhnya mendadak lemas. Samih dan keluarga Carwen, jenazah yang sedang dimandikan, langsung tanggap, dan memegangi tubuhnya agar tak terjatuh. “Nanti, Nang. Emak lagi tanggung,” sahut Mak Acih, dari dalam bilik pemandian. “Ternyata, jenazah Abah benar tertimbun pohon asem yang roboh, Mak.” Nanang berteriak lagi dari luar. “Iya, Nang,” sahut Mak Acih. “Sudah. Ema
Baca selengkapnya