Home / Horor / MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH / HUJAN DALAM MIMPI (Bab 4)

Share

HUJAN DALAM MIMPI (Bab 4)

Author: Diah Pitasari
last update publish date: 2026-09-27 11:46:59

Hari kelima, total ada tujuh jenazah yang ditemukan. Mereka akhirnya dimakamkan dengan langsung menggunakan kantong jenazah sebagai pengganti kain kafan, dan dalam satu lubang pemakaman masal.

“Neng, apa kira-kira, besok jenazah korban akan ditemukan semua?” tanya Mak Acih di sela-sela persiapan acara tahlil. Beberapa hari kemarin, acara tahlil diadakan di lapangan desa. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    HUJAN DALAM MIMPI (Bab 4)

    Hari kelima, total ada tujuh jenazah yang ditemukan. Mereka akhirnya dimakamkan dengan langsung menggunakan kantong jenazah sebagai pengganti kain kafan, dan dalam satu lubang pemakaman masal.“Neng, apa kira-kira, besok jenazah korban akan ditemukan semua?” tanya Mak Acih di sela-sela persiapan acara tahlil. Beberapa hari kemarin, acara tahlil diadakan di lapangan desa.Namun, tadi sore, selesai pemakaman masal, hujan mulai turun. Ustadz Agum memutuskan, tahlilan malam ini diadakan di masjid desa saja.Warga desa yang antusias mengikuti tahlil sejak hari pertama, menurut.Mereka memasang terpal di pelataran masjid untuk men

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    HUJAN DALAM MIMPI (Bab 3)

    Hari kelima.Pencarian jenazah kembali dilakukan. Tim SAR dan aparat desa bertekad menemukan lebih banyak lagi korban yang tertimbun untuk dikebumikan secara layak.“Mak, karena biasanya di hari ke 4 ini, jenazah korban sudah rusak, dan ada kemungkinan juga, mulai terkontaminasi bakteri, nanti disucikannya dengan cara tayamum saja. Mak Acih juga harus pakai sarung tangan karet ini, ya, biar aman.” Ustadz Agum memberikan sekotak sarung tangan karet pada Mak Acih yang langsung mengangguk, dan memasukkannya ke dalam tas pandan.“Berapa orang lagi yang belum ditemukan, Ustad?” tanya Mak Acih.“Kira-kira lima be

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    HUJAN DALAM MIMPI (Bab 2)

    “Subhanalloh, Aki Amin orang baik. Allohu Akbar.” Jaya tak henti bertasbih, mereka yang hadir di sana pun ikut bertasbih.Setelah itu, tanpa buang waktu lagi, karena sebentar lagi akan diadakan proses pemakaman masal, maka Mak Acih memutuskan untuk menyegerakan memandikan jenazah sang suami.Mak Acih, Samih dan Nanang, mulai menggosok setiap bagian tubuh Aki Amin. Surip dan Jaya, bagian menyirami.“Tangan inilah yang dulu Abah pakai untuk menghidupi kita.” Mak Acih menggosok bagian tangan kanan Aki Amin, lalu Samih yang berseberangan di bag

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    HUJAN DALAM MIMPI (Bab 1)

    “Mak, Abah sudah ketemu!” teriaknya dari luar bilik pemandian jenazah perempuan.Mak Acih terpaku sesaat. Jantungnya berdetak kencang, sementara tubuhnya mendadak lemas. Samih dan keluarga Carwen, jenazah yang sedang dimandikan, langsung tanggap, dan memegangi tubuhnya agar tak terjatuh.“Nanti, Nang. Emak lagi tanggung,” sahut Mak Acih, dari dalam bilik pemandian.“Ternyata, jenazah Abah benar tertimbun pohon asem yang roboh, Mak.” Nanang berteriak lagi dari luar.“Iya, Nang,” sahut Mak Acih.“Sudah. Ema

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    YANG PATAH TUMBUH, YANG HILANG BERGANTI (Bab 8)

    “Tadi itu benar Teh Epih sama Anah, Mak?” tanya Samih khawatir, saat melihat Mak Acih dan Neneng memasuki bilik pemandian. Saat itu, ia sedang menggantikan Mak Acih memandikan jenazah salah seorang warga desa.“Iya, Mih.” Mak Acih tertunduk lesu. Mengusap air matanya yang kembali mengalir.Samih ikut menangis sesenggukan. Apa yang menjadi kekhawatirannya benar-benar terbukti. Sejujurnya ia ingin menangis berteriak-teriak untuk melegakan perasaan dan rasa sesak di dada, tapi ia meyakinkan diri, bahwa itu tak ada gunanya. Toh, tidak akan bisa menghidupkan kembali jasad sang kakak sepupu dan keponakan. Samih tetap meneruskan memandikan jenazah membantu sang Ibu, sementara Neneng berada di dalam rumah, bertugas mengafani jenazah.

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    YANG PATAH TUMBUH, YANG HILANG BERGANTI (Bab 7)

    RT Madun menyampaikan laporan Mak Acih pada Ustadz Agum, mengenai berkurangnya stok kain kafan.“Ya sudah, dikafaninya tunggu Kaling datang saja.” Maman, salah seorang warga memberi saran.“Tidak perlu seperti itu. Dalam kondisi darurat seperti sekarang, diperbolehkan membungkus jenazah hanya dengan satu lapis kain saja, tidak usah sampai berlapis-lapis seperti mengafani jenazah dalam kondisi normal. Malah kalau benar-benar tidak ada kafan sama sekali, bisa menggunakan kain apa saja, kain batik misalnya. Sebab, penggunaan kain kafan berwarna putih, adalah sunah dan kebiasaan saja.” Ustadz Agum menjelaskan panjang lebar di sela-sela kegiatannya memandikan jenazah korban longsor.Ia tak

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    RUMAH BARU UNTUK PARDI (Bag 1)

    Pagi yang cerah di Desa Cialas. Angin bertiup sepoi-sepoi, membawa kesejukan dan aroma segar udara pegunungan. Aki Amin melangkah sendirian menuju sawah Haji Kosim yang terbentang luas dan bertanah subur. Berada tepat di bawah perbukitan yang ditumbuhi pepohonan besar berusia tua. Ia dan beberapa te

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    ANAKING JIMAT AWAKING (Bag. 1)

    Subuh yang dingin dan sepi di Desa Cialas. Sang raja siang masih enggan menampakkan sinarnya. Ketika tiba-tiba suasana syahdu pagi nan sunyi, dibuyarkan suara sepiker masjid yang mengumumkan kabar duka. Hari ini, seorang perempuan warga Desa Cialas, telah berpulang. Meninggalkan gemerlap duniawi ya

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    SUSUK PEMIKAT LILIS (Bag. 4)

    “Kain kafannya dipotong sesuai tinggi jenazah, Neng, tapi ditambah kira-kira tiga jengkal.” Mak Acih membentang jemari tangan kanannya lebar-lebar. Neneng manggut-manggut. Ia mengambil gunting, bersiap memotong panjang kain sesuai yang diperintahkan sang bibi.“Bikin tiga helai, Neng.”“Panjangnya

  • MAK ACIH. KISAH PEMANDI JENAZAH    SUSUK PEMIKAT LILIS (Bag. 3)

    Tergesa, Neneng keluar rumah menuju arah kulon rumah Lilis, mencari letak pohon kelor yang ternyata tumbuh di antara pohon pepaya dan rambutan. Dirimbuni semak rumput liar. Bergegas ia memetik beberapa batang daun kelor, lalu memasukkannya dalam tas pandan. Sesuai perintah Mak Acih, buru-buru ia m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status