“Bowo mengeluh pada saya, ia kerap dihantui oleh arwah Entin. Indri juga kerap didatangi, ya, Ndri?” tanya Herman pada Indri yang mengangguk lemah.“Anak bungsu saya juga sering mendadak sakit panas. Sudah diminumi obat, panasnya enggak turun-turun. Baru sembuh kalau saya berikan air yang sudah didoakan sama Ustadz Rahmat.” Indri menyebut nama anak laki-laki Ustadz Ahmad, yang juga merupakan tokoh penyembuh di lingkungan mereka.“Karena tak tahan, dan demi kebaikan keluarga juga, Bowo memutuskan, datang ke keluarga Entin untuk meminta maaf. Beruntung mereka akhirnya mau memaafkan. Bowo disuruh datang ke kuburan Entin, untuk meminta maaf langsung di depan makamnya.” Herman mulai bercerita. “Saat itu sudah hampir magrib. Selesai berdoa, tahu-tahu Bowo jadi pendiam, enggak bicara sepatah kata pun selama di perjalanan ke mari. Tatapan matanya kosong, dan tahu-tahu tadi dia ngamuk di depan rumah.”“Astagfirullah. Bowo telah berbuat dosa dan menza
Read more