Dunia tidak menjadi gelap. Dunia menjadi merah.Suara tembakan itu bukan dentuman, melainkan serangkaian letupan tajam yang merobek udara, seperti suara cambuk yang melecut tepat di samping telingaku.Aku tidak merasakan sakit, hanya dorongan kuat yang melempar tubuhku ke belakang.Punggungku menghantam aspal parkiran yang kasar dan berminyak. Aroma bensin, karet terbakar, dan bau besi yang amis—darahku sendiri—langsung menyengat."Kendi !"Suara Mery terdengar jauh, tertutup oleh denging nyaring yang memenuhi kepalaku. Aku mencoba fokus. Pandanganku yang kabur tertuju pada bagasi Mercedes hitam yang masih terbuka. Di dalam sana, bukan orang tuaku yang kulihat dalam bentuk fisik, melainkan sebuah layar tablet yang menyala terang, menampilkan video live-streamOrang tuaku sedang duduk terikat di kursi kayu di ruang tamu rumah kami di Bandung. Di belakang mereka, seorang pria dengan setelan hitam memegang jerigen bensin, siap mengguyur segalanya. Pesan itu bukan tentang mayat, tapi
Last Updated : 2026-04-27 Read more