Kanon otomatis dari kapal selam Bramantyo menyalak, membelah keheningan malam Sunda Kelapa. BLAAM ! Ledakan pertama menghantam buritan kapal pesiar mini kami, mengirimkan getaran hebat yang melemparkan gelas-gelas kristal ke lantai kabin. Bau gosong dari sirkuit yang hancur dan hawa panas dari api yang mulai berkobar seketika merayap masuk."Pintu hidrolik terkunci, tapi lambung bawah punya katup manual !" teriak Mery Waluyo di tengah raungan alarm.Kenzo bergerak dengan presisi militer. Sambil menahan rasa perih di bahunya yang terluka, ia menghantam tuas besi di lantai kabin dengan gagang senapan. Pintu palka bawah air berdesir terbuka, menyingkap air laut sedalam dada yang hitam, dingin, dan berbau garam pekat."Dira, menyelam dulu ! Kendi, bawa tabung oksigen darurat !" perintah Kenzo.Kami berempat memakai masker oksigen portabel dan melompat ke dalam air, tepat beberapa detik sebelum roket kedua Bramantyo menghantam tangki bahan bakar kapal.BOOOM !Ledakan masif di atas per
Última atualização : 2026-05-21 Ler mais