Hitungan mundur di layar digital terus berdetak liar, menyisakan sepuluh detik terakhir saat udara di dalam ruangan berubah menjadi pekat oleh uap asam kimia berwarna hijau yang mendesis tajam di kulit.Paru-paruku terasa terbakar, dan pandanganku mulai kabur oleh gas beracun yang menyengat mata. Aku terjebak di sarang musuh, terkunci bersama tiruan biologis yang kini menyeringai dingin di lantai beton.Tepat saat detik terakhir hampir menyentuh angka nol, suara ledakan tumpul bergema dari dinding samping.BOM !Baja pelindung ruangan itu jebol dalam sekejap, diterjang oleh hantaman hidrolik bertekanan tinggi.Dari balik kepulan asap putih dan serpihan besi yang membara, sosok Kenzo muncul dengan setelan taktis lengkap dan masker oksigen yang menutupi separuh wajahnya.Tanpa banyak bicara, dia menyambar kerah belakang bajuku, menyeretku keluar dari ruangan maut itu sebelum api menyapu bersih segalanya."Masuk!" bentak Kenzo, melemparkanku ke dalam lambung kapal selam mini milik Jende
Read more