Bau antiseptik bercampur dengan aroma embun pagi yang menyusup dari celah ventilasi fasilitas bawah tanah Jenderal Yudha.Kelopak mata Mery perlahan bergetar, terbuka menampakkan manik matanya yang jernih namun kosong. Tidak ada kilatan memori atau sisa-sisa penderitaan masa lalu di sana ; yang ada hanya kehampaan yang asing. Ketika aku menggenggam jemarinya, dia menarik tangannya pelan, menatapku seperti menatap orang asing di jalanan."Siapa... kamu ?" bisiknya lirih, suaranya serak.Amnesia total itu merenggut segalanya. Program penghapusan memori The Eclipse telah membabat habis seluruh arsip masa lalunya, menyisakan lembaran putih tanpa nama, tanpa wajah, dan tanpa kenangan tentangku.Namun, di ruangan bernuansa putih steril itu, tidak ada rasa putus asa yang tersisa. Aku, Kenzo, Dira, dan yang lainnya bergantian menjaganya dengan kesabaran ekstra.Dira meracik formula pemulihan saraf, Kenzo memastikan keamanan perimeter, sementara aku duduk berjam-jam menceritakan hal-hal keci
Read more