"Ra, ayolah! Ada menu baru di kafe seberang, lo gak pengen nyoba apa?" ajak Risti heboh sore itu, sambil mengguncang-guncang lengan kemeja Maura tepat setelah dosen kelas terakhir menutup laptopnya."Gue yang traktir deh, mumpung dompet gue lagi agak tebel habis dapet kiriman," timpal Leon sudah siap dengan ransel di punggungnya."Gak bisa, Gaes." Balas Maura, "Sori banget, sore ini gue ada urusan negara yang sangat amat darurat. Hidup dan mati!" katanya asal.Tanpa menunggu interogasi lanjutan dari kedua sahabatnya yang mulai curiga, Maura langsung melesat keluar, lari terbirit sambil mengangkat tangan sampai jumpa.Sebenarnya, sejak siang tadi, otaknya sudah tidak fokus pada materi kuliah. Rencana agungnya sudah matang. Dia berniat melakukan inspeksi mendadak ke klaster perumahan elit tempat kakaknya tinggal.Firasatnya mengatakan, suaminya pasti sedang mangkal di sana. Dia berniat mengambi foto untuk dokumentasi, sekaligus bukti kalau saja sewaktu-waktu butuh. Apapun itu, bukankah
اقرأ المزيد