Jarak wajah yang begitu dekat membuat Maura bisa melihat pantulan dirinya di manik mata suaminya."Kamu percaya sama aku, kan?" tanya Bumi tiba-tiba, suaranya melembut, dalam, dan terdengar begitu bersungguh-sungguh."Enggak," jawab Maura instan, ketus, lengkap dengan pelototan mata andalannya demi menutupi degupan jantungnya.Bumi diam. Sebelah alis tebalnya terangkat naik, menatap lekat istrinya. "Jawaban refleks yang sangat tidak menghargai suami," gumamnya, lalu tersenyum kecil."Aku bakal bujuk Dira biar mau tes DNA," kata Bumi tegas. "Aku tahu situasi di rumah orang tuamu tadi pagi bikin kamu tertekan. Aku nggak mau ada celah sekecil apa pun yang bikin kamu ragu sama aku."Maura tertegun. Dia masih memperhatikan, tapi entah apa yang dia pikirkan. "Udah, aku pusing mikirin drama keluarga-""Aku sayang kamu," potong Bumi cepat.Kalimat itu meluncur begitu saja, telak menghentikan protes Maura. Bumi mengulurkan satu tangannya, membelai lembut pipi sang istri yang perlahan mulai mer
اقرأ المزيد