Rumah masa kecilnya sore itu terasa sedikit aneh. Biasanya, begitu belok di gang perumahan, pagar besi rumah orang tuanya itu selalu terbuka lebar. Pintu depan pun hampir selalu dibiarkan melambai ramah menyambut angin siang.Tapi hari ini, rumah itu tampak sangat sunyi. Terlalu sunyi malah. Pagarnya terkunci, dan pintu kayu ruang tamu tertutup gundah.Maura menepi di depan pagar, mematikan mesin motornya tanpa melepas helm. Wajahnya celingukan dari balik kaca helm. Baru saja jemarinya hendak merogoh tas untuk mengambil HP, sebuah suara ramah yang tak asing memanggilnya dari arah samping."Di rumah kok mamanya, Neng. Tadi habis belanja sama saya di depan. Ditelepon aja," kata seorang ibu-ibu muda berdaster batik yang kebetulan sedang melintas sambil menenteng plastik sayuran.Maura berkedip, lalu mengangkat kaca helmnya sedikit. "Oh..." jawabnya refleks, memberi senyum sopan. "Makasih ya, Mbak."Bukannya pergi, ibu-ibu muda itu justru makin merapat ke samping motor Maura. Wajahnya tib
اقرأ المزيد