Share

329

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-09-28 21:56:41
"Mas Bumi!!" Maura melotot gemas, berkacak pinggang di tepi ranjang. Suara ketus hamil tuanya makin terdengar menggemaskan di tengah kemewahan kamar. "Mau cuci kaki sendiri apa mau aku siram air?!"

Bumi melirik, lalu menghela napas halus.

"Iya, Nyonya Bumi. Iya," gumam Bumi datar. Dengan ketenangan super tenang, ia akhirnya merayap bangkit dari kasur empuk itu, melangkah lemas menuju kamar mandi. "Perfeksionis mendadak begini pasti ketularan hormon si bayi," gerutunya pelan namun masih cukup t
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
anfebizha
Di revisi dulu ya... Maaf. Ada kesalahan teknis. Paling lambat besok udah bener. Maaf sekali lagi,
goodnovel comment avatar
Tiasa
Apa2 an ini kak Ga jelas pun 2 bab sama
goodnovel comment avatar
Sachiko TheAngelofdead
astaga.. ilang koinku...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   332.

    "Mana ada aku terpesona! Aku tuh udah biasa lihat muka Mas setiap hari. Kadang bosen juga," cetus Maura berbisik dengan nada sok acuh. Maniknya melirik-lirik Bumi sambil melotot kesal yang dibuat-buat.Bumi menggeleng kecil, sudut bibirnya terangkat tipis. "Dih, jahat banget."Pria itu kemudian mengambil sendoknya, dengan telaten memindahkan beberapa potong buah naga dan melon dari piringnya ke piring Maura."Makan yang banyak. Biar anak aku sehat."Mendengar kalimat itu, Maura memicingkan, melotot tajam ke arah suaminya. "Anak kamu? Aku enggak...?"Bumi mendadak mendongak, nyengir. "Mamanya juga sehat," ralat Bumi cepat sebelum perang dunia ketiga meletus di atas meja sarapan."Nah, gitu dong. Harus adil!" dengus Maura puas, lalu mulai menikmati potongan buah dengan lahap.Di sekeliling mereka, atmosfer restoran yang tadinya dipenuhi kasak-kusuk mendadak berubah gaduh beberapa saat.Pasang-pasang mata yang tadinya gatal memperhatikan Bumi kini melotot tak percaya.Harapan kaum hawa d

  • Istri Pengganti Mas Dosen   331.

    Bau kopi menyambut kedatangan mereka di restoran utama hotel bintang lima itu. Pagi yang beranjak siang membuat suasana dining area cukup ramai oleh para tamu.Ruangan bernuansa interior kayu modern dengan sentuhan batik megamendung itu tampak megah, dikelilingi dinding kaca raksasa yang menghadap langsung ke taman dan kolam ikan.Sengaja, Bumi melarang istrinya ambil makanan sendiri. Dia meminta Maura mencari tempat paling strategis untuk sarapan mereka, sedang dia berkeliling membawa dua piring.Maura memilih satu meja di sudut yang menyajikan pemandangan lanskap taman yang menyegarkan sekaligus memberi privasi lebih. Dekat jendela. Dan darisana dia bisa melihat setiap langkah suaminya.Dan saat itulah Maura menyadari satu hal. Ritme kehidupan di ruangan itu mendadak melambat. Lebih tepatnya, melambat di sekitar suaminya.Perempuan menyandarkan punggungnya ke kursi, bertopang dagu memperhatikan punggung tegap Bumi yang perlahan menjauh. Tapi, pandangannya tidak bertahan lama hanya d

  • Istri Pengganti Mas Dosen   330.

    Pagi di Kota Yogyakarta menyusup samar melalui celah tirai tipis kamar suite bernuansa krem dan marmer. Sinar matahari hangat jatuh lembut di atas sprei putih yang bergelombang, membiaskan pendar keemasan yang menenangkan. Bumi terbangun saat jarum jam dinding menunjuk tepat di angka sembilan pagi. Pria itu mengalihkan pandangannya, membiarkan matanya menyesuaikan diri dengan cahaya kamar yang temaram. Di sampingnya, Maura masih lelap begitu pulas. Deru napas istrinya terdengar teratur, halus dan menentramkan. Wajah polos wanita itu tampak amat tenang, bebas dari cemas yang semalam sempat menghantuinya. Bulu matanya yang lentik melukis bayangan tipis di pipinya yang memerah hangat, jemari mungilnya masih mengait erat di pinggir piyama Bumi, seolah takut sang suami akan pergi. Bumi miring perlahan, menyangga kepala dengan lengan. Pria itu menatap istrinya dalam hening yang teramat indah. Kamar terasa begitu senyap, hanya diisi oleh suara nafas merekayang saling bersahutan. Rasa han

  • Istri Pengganti Mas Dosen   329

    "Mas Bumi!!" Maura melotot gemas, berkacak pinggang di tepi ranjang. Suara ketus hamil tuanya makin terdengar menggemaskan di tengah kemewahan kamar. "Mau cuci kaki sendiri apa mau aku siram air?!" Bumi melirik, lalu menghela napas halus. "Iya, Nyonya Bumi. Iya," gumam Bumi datar. Dengan ketenangan super tenang, ia akhirnya merayap bangkit dari kasur empuk itu, melangkah lemas menuju kamar mandi. "Perfeksionis mendadak begini pasti ketularan hormon si bayi," gerutunya pelan namun masih cukup terdengar di telinga Maura. "Aku denger ya, Mas!" teriak Maura dari atas kasur. Tak sampai tiga menit, suara kran air berhenti. Bumi keluar dari kamar mandi dengan celana kainnya yang agak tergulung di bawah lutut, memperlihatkan kaki panjangnya yang masih sedikit basah. Pria itu menyapu pandangannya lurus ke kasur, di mana Maura sudah menyiapkan piyama untuknya. Maura menunjuk lipatan itu, "Aku keluar kamar mandi udah ganti baju. Nggak usah lelet!" betaknya. Pria itu beku. Pandangannya tert

  • Istri Pengganti Mas Dosen   328.

    Sampai kemudian pintu lift terbuka di lantai delapan. Bellboy itu bergegas memimpin jalan menelusuri koridor. Sampai di depan kamar bernomor 801, ia menggesekkan kartu kunci dan membukakan pintu itu lebar-lebar."Silakan, Bapak, Ibu. Kalau membutuhkan bantuan layanan kamar, tinggal menekan angka nol dari telepon," ujarnya itu ramah.Bumi merogoh saku kemejanya, mengeluarkan dua lembar uang seratus ribuan, dan menyodorkannya tanpa mengedip. Bellboy itu menerima dengan mata berbinar, membungkuk penuh hormat, lalu mundur teratur menutup pintu kamar dari luar."MAS BUMI GILA YA?!" ledakan Maura langsung.Tangannya melempar sandal jepitnya asal-asalan, melangkah heboh mendekati Bumi sambil menunjuk-nunjuk kasur di tengah ruangan."Lima juta! Cuma buat nempel panggul. Yang bener aja." cerocos Maura tanpa napas, mukanya memerah gemas lebih ke kesal.Bumi santai saja, padahal istrinya masih mengomel ria di balik punggungnya. Pria itu berjalan ke meja nakas, menaruh kacamata hitam yang terseli

  • Istri Pengganti Mas Dosen   327.

    Mereka chek in tepat di jam dua dini hari lewat lima menit. Harusnya mereka hanya butuh dua sampai tiga jam perjalanan dari rumah ibu ke kota ini. Tapi karena ada tragedi yang tak terprediksi, ban mobil mendadak pecah di perjalanan akhirnya semua harus molor.Untuk Pak Supri masih bisa mengatasinya, dia medadak jadi montir dadakan dengan diterangi senter HP oleh Bumi. Karena mobil harus berhenti diantara hutan Jati.Belum lagi setelah sampai kota, Maura medadak tidak mau meginap di hotel pilihan suaminya."Udah bintang tiga! Yang penting ada kasurnya, ada AC-nya, bersih, selesai! Orang cuma buat tidur foang!" bisik Maura gemas, menarik-narik ujung lengan kemeja Bumi dengan wajah yang sudah lelah luar biasa. Tapi masih sempat-sempatnya ngeyel.Bumi cuma melirik, datar, sebelum membuang muka lagi."Nggak ada," balas pria itu. "Kamu tahu sendiri standar tubuhku ini nggak boleh di buat main-main. Orang makan soto aja sampe tipes dua hari.""Ya Tuhan, Mas Bumi! Kita ini cuma mau numpang ti

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status