Partager

Bab 53

Auteur: NACL
last update Date de publication: 2026-05-20 22:17:00

Seketika Elara hendak meraih bunga seruni putih itu dari atas meja.

Bagaimanapun, ia juga terpengaruh oleh ucapan Vanya barusan. Ia melakukan itu bukan tanpa alasan, semua karena Vanya terlalu lambat merapikan bunga-bunga di atas meja-meja.

Dengan gerakan cepat, Elara menyembunyikan bunga itu di balik punggungnya.

Kemudian Vanya berkata pada Victor, "Astaga, Tuan Victor! Saya minta maaf, ini salahku. Aku lambat sekali bekerja hari ini."

"Cepat buang bunga itu. Don Arseny sudah jalan ke mari!" t
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 96

    Pengawal bertubuh kekar itu menggeleng tegas dengan tatapannya lurus ke depan tanpa simpati."Maaf, Madam Lena. Ini perintah langsung dari Nona Orlova. Atas alasan keamanan wilayah pasca-konflik, tidak ada kendaraan Mansion yang diizinkan keluar tanpa persetujuan tertulis darinya.""Tapi ini urusan mendesak!" tegas Lena lagi."Ada masalah apa di sini?"Suara bernada lambat yang familier itu terdengar dari arah tangga utama. Eva melangkah dengan anggun, memegang gelas kristal yang diisi wine.Eva menatap Lena dengan pandangan rendah, lalu bergeser pada sopir yang tampak tegang."Oh, jadi kau ingin berjalan-jalan keluar? Sayang sekali, Lena. Oakheaven sedang tidak aman untuk manula rapuh sepertimu. Tetaplah di kamarmu demi keselamatanmu sendiri," ujar Eva, lantas menyesap winenya dengan anggun.Lena tidak tahan lagi. Pun ia melontarkan protesnya, “Aku hanya perlu ke rumah sakit, Nona Eva. Mengapa kau harus membatasi pergerakanku?”Eva terkekeh hambar, mengabaikan kata-kata Lena. Baginya

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 95

    Usai melewati malam yang panjang, dan Elara tak terlelap sedetik pun. Bahkan ia harus mendengar suara hantaman dinding di samping kamarnya.Pagi-pagi sekali, deru mesin mobil di halaman depan menandakan keberangkatan Don Arseny bersama barisan pengawalnya.Urusan bisnis klan memaksa penguasa Romanov itu mengosongkan kediaman, meninggalkan mansion sepenuhnya di bawah kendali Eva Orlova. Wanita itu bahkan mulai bertindak seolah-olah dirinya adalah nyonya rumah yang sah.Elara memilih duduk di sudut taman dalam mansion yang dingin. Ia mencari ketenangan di antara pilar-pilar patung dan rimbunnya tanaman kaku karena es.Cecangkir teh kamomil hangat dan sepiring kecil biskuit gandum masih utuh tak tersentuh di meja kecil di hadapannya. Aroma mentega dari biskuit itu samar-samar membuat lambungnya bergolak kembali."Ah, di sini rupanya tikus kecil kita bersembunyi," gumam Eva. Bahkan ia tersenyum sinis.Wanita itu mendekati Elara dengan langkah anggun bak putri raja. Eva menggunakan gaun sa

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 94

    ‘Lepas, Don!’ tegas Elara. Ia mendorong kuat Arseny tak peduli apa yang akan pria itu lakukan. Sungguh ia ingin menjauh dari pria itu.Sangat!Pagutan mereka terhenti seketika. Bibir Elara membengkak. Sedangkan Arseny mundur selangkah, tertegun menatap Elara.“Lara! Kau!” geram pria itu.Penyangkalan yang dilakukan Elara justru menjadi sumbu yang membakar habis sisa kesabaran Arseny. Ia menatap Elara dengan kilat mata yang menusuk. "Kenapa memalingkan muka? Sejak kapan kau berani menyebutku paman di depan orang lain, Lara?" tuntut Arseny dengan intonasi yang teramat dingin.Elara mengatupkan bibirnya rapat-rapat, enggan memberikan jawaban apa pun. Ia hanya membalas tatapan itu dengan sorot mata yang terluka.Air mata Elara menetes, mengalir hangat melewati pipinya yang pucat, membasahi pipinya. Namun, Arseny seolah menutup mata.Pria dingin itu hendak meraup bibir Elara, ingin menyesapnya dengan intensitas yang kian menjerat. Ia teramat haus untuk memenjarakan wanita mungil ini hingg

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 93

    Malam harinya….Makan malam berlangsung dalam suasana yang canggung. Pelayan berlalu-lalang tanpa suara, mengganti piring dan menuangkan minuman seperti bayangan. Namun tidak ada satu pun kemewahan itu yang mampu mengusik perhatian Elara. Pandangannya berkali-kali jatuh pada kursi di sisi kanan Arseny.Kursi yang selama ini kosong, ditempati Eva Orlova yang duduk di sana dengan anggun. Persis seperti seorang Nyonya Besar Romanova.Elara menunduk, menatap piringnya. Kemarin, nafsu makannya melonjak karena memikirkan Arseny. Namun sekrang juga menghilang karena pria itu.Bahkan ia hanya sanggup memotong sedikit daging, lalu mendorongnya ke pinggir piring. Merah darah di serat daging itu menyiksanya, mual sekali melihatnya.Sikap Elara ini tak luput dari perhatian Arseny. Pria itu tampak sudah menghabiskan anggur di gelasnya."Aku merindukan anggur ini," kata Eva tiba-tiba sambil tersenyum, Elara memperhatikan wanita itu.Eva menyesap sedikit, lalu mengangguk puas. "Masih sama seperti du

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 92

    “Apa yang ingin kau sampaikan padaku? Lena katakan!” Suara Arseny terdengar datar, tetapi sangup membuat Lena menegang.Wajah wanita paruh baya itu langsung memucat dan napasnya tersendat-sendat.“Don, Nona Elara hanya lelah,” sahut Lena cepat. “Perjalanan dari Pegunungan Veronica menuju ke pusat kota sangat melelahkan. Sebaiknya beliau beristirahat dulu.”Elara mengangguk pelan. Ya, ia ingin beristirahat atau lebih tepatnya ingin melarikan diri dari situasi ini.Akan tetapi Arseny tidak terlihat puas. Tatapan abu-abunya terus tertuju pada Elara. Terlalu tajam dan dalam. Pria itu tahu ada sesuatu yang sedang disembunyikan darinya.“Kau datang tanpa mengabariku lebih dulu,” katanya. “Pasti ada alasannya.”Jantung Elara berdebar hebat, mata sebiru esnya tak lagi berani menatap sang Don. Ia menunduk dan menggerakkan kedua tangannya. “Maaf, Paman.”Dua kata sederhana seketika membuat tubuh Arseny membeku.Paman? Bukan Don!Rahang Arseny mengeras karena Elara menciptakan jarak yang begitu

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 91

    “Siapa?” Pertanyaan itu hanya terucap dalam hati Elara. Dunianya pun luluh lantak dalam satu detik.Tatapannya terpaku pada sosok wanita asing yang berdiri tidak jauh darinya. Wajah wanita itu cantik dan dewasa, memancarkan kepercayaan diri yang sulit diabaikan. Namun bukan itu yang membuat Elara membeku. Melainkan tanda kemerahan yang terlihat samar di leher wanita tersebut.Jantung Elara berdegup keras. Ia mengenali tanda itu, karena ia pernah memilikinya. Dadanya pun terasa sesak.Beberapa menit lalu ia datang dengan hati yang dipenuhi kebahagiaan. Ia ingin memberitahukan kehamilan ini. Sesuatu yang selama ini membuatnya berdebar setiap kali memikirkannya. Namun kini semua euforia itu lenyap begitu saja.Hancur!Wanita itu berjalan mendekat dengan langkah anggun.“Siapa?” gumam Elara lagi dalam hati.Wanita itu tersenyum. “Oh, kau pasti istri Dimitri, benar?”Elara menatapnya bingung.“Dari mana saja kau selama ini?” lanjut wanita itu santai. “Suamimu sekarang bahkan jadi tuli.”Ke

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 90

    Hari-hari berlalu sunyi bagi Elara. Ketidakhadiran sang Don di vila Romanov kian menggerogoti ketenangannya, ini menyisakan ruang hampa dalam dada.Guna mengusir kemurungan yang menggelayut, Lena tak pernah absen membawakan seikat bunga seruni putih segar ke dalam kamar. Wanita paruh baya itu juga

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 87.

    Melihat keterdiaman Lena, Elara menggerakkan tangannya lagi.“Aku mengerti kekhawatiranmu, Bibi. Kita pergi bukan untuk melarikan diri. Aku hanya ingin melihat dengan mataku sendiri apa yang sedang terjadi di sana.”Lena tampak didera keraguan yang teramat sangat. Bagaimanapun juga wanita paruh bay

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 86

    Tanpa sempat mengganti pakaiannya yang masih rapi, Arseny melangkah cepat menuju paviliun belakang.Sampai di sana, pemandangan dalam kamar membuat sepasang manik abu-abu sang Don menyipit tajam. Viktoria sedang meraung-raung dan memegangi sebilah pisau dapur yang berkilat tajam. Wanita itu masih d

  • Obsesi Sang Don: Dekapan Terlarang Paman Suamiku   Bab 85

    Elara menggerakkan belahan bibirnya tanpa suara, mengeja kata demi kata yang terasa begitu menyiksa rongga dadanya. 'Istri Don? Hamil? Meninggal?'Wanita itu perlahan menelan ludahnya yang terasa teramat kesat, sambil menatap nanar ke arah hamparan bunga seruni putih yang indah di sekelilingnya. Ke

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status