Alessandro menggeram rendah, keningnya menempel di bahu Elara. “El, pelan. Aku tidak tahan kalau kamu pegang seperti itu.”Elara menelan ludah, masih menatap apa yang ada di tangannya dengan ekspresi campur aduk. Rasa terkejut, penasaran, dan bercampur sedikit takut. “Ini… benar-benar masuk nanti?” tanyanya pelan, suaranya hampir berbisik.Alessandro mengecup pelipisnya, napasnya sudah tidak beraturan. “Kita pelan-pelan. Kamu yang atur, Sayang.”Alessandro melumat bibir Elara, saat tangan Elara menarik batangnya untuk masuk. Ketika Alessandro menekan sedikit masuk Elara, keduanya menggeram pelan.Elara langsung menegang. Wajahnya mengernyit, bibirnya terkatup rapat menahan rasa perih yang menusuk.“Ahh… sakit…,” desah Elara tertahan, kuku-kukunya menancap di bahu Alessandro. Namun alkohol yang masih mengalir di darahnya membuat tubuhnya bereaksi lain. Sensasi panas, sensitif, dan semakin haus akan sentuhan.Alessandro langsung berhenti. Napasnya memburu, dahi berkerut menahan diri. Se
Huling Na-update : 2026-08-17 Magbasa pa