“Kael, lo mau kemari?”“Ya,” jawab Kael datar, tetapi nada amarahnya jelas terdengar. “Elara tidak menjawab telepon gue sejak kemarin. Sekarang tiba-tiba muncul di rumah sakit sama pria lain. Gue harus tahu apa yang terjadi.”Marco terdiam sejenak. “Hati-hati! Alessandro itu dokter sekaligus calon pendonor buat Om Thomas. Dari penglihatan gue, Elara nyaman bersama dia.”Kael tidak menjawab. Hanya terdengar suara pintu mobil ditutup dengan keras di seberang, disusul mesin yang dihidupkan.“Gue segera ke sana,” kata Kael singkat, lalu memutus telepon.Marco menatap layar ponselnya, lalu menghela napas panjang. Ia tahu, suasana di rumah sakit ini sebentar lagi akan jadi ribut, jika Kael tiba.Elara duduk di ruang tunggu poli kandungan dengan wajah masih pucat. Alessandro duduk di sampingnya, sesekali melirik jam. Tidak lama kemudian, perawat memanggil namanya.“Elara Quinn?”Elara berdiri pelan. Alessandro ikut bangkit, hendak menemani, tetapi Elara menggeleng kecil. “Tunggu di luar saja
Last Updated : 2026-08-19 Read more