Tok! Tok! Tok! "Permisi, Non. Saya, Mr. Bauer ingin bicara." Elara langsung membuka pintu, lalu berkata, "Kita bicara di ruang tamu saja." "Baik, Non. Saya tunggu." Beberapa saat kemudian, Elara sudah keluar menemui Mr.Bauer. Ia duduk di sofa berhadapan dengan pengacara kakeknya itu. "Ada apa, Mister?"tanya Elara sambil mengamati wajah pria itu yang tampak gelisah. "Nona, saya terima telepon dari Tuan Thomas. Beliau kasih tahu, Tuan Muda Kael dalam keadaan kritis di rumah sakit," jelas Mrs.Bauer berhati-hati. Ia paham, hal tersebut adalah sensitif. "Kenapa Om Thomas gak langsung telepon saya?"tanya Elara dengan rahang mengeras. "Beliau meminta saya, membujuk Nona." Elara terdiam beberapa saat. Otaknya berpikir keras. Ia sudah bersembunyi sedemikian rupa agar tidak bertemu dengan Kael. Kini ia dihadapkan pada kenyataan bahwa harus menemuinya karena Kael sakit. "Percuma segala usahaku, kalau harus datang menemui dia. Aku sudah gak mau berhubungan dengan mereka," ucap Elara den
Last Updated : 2026-08-07 Read more