Malam itu, di dalam kamar hotel remang-remang yang disewa secara sembunyi-sembunyi, Cynthia berdiri di depan kaca besar. Kacamata hitamnya dilepas, memperlihatkan tatapan mata yang sudah sepenuhnya diracuni oleh kegilaan dan dendam."Mami," panggil Cynthia dengan nada suara dingin yang begitu menusuk.Leli, yang sedang sibuk mengoleskan krim wajah mahal di depan meja rias, mendongak. "Ada apa, Cynthia? Kamu sudah selesai mengurus pria sewaan kita?""Pria sewaan?" Cynthia terkekeh pelan—sebuah tawa bisik-bisik yang teramat licik dan mengerikan. Ia melangkah mendekati Leli, menyandarkan kedua tangannya di bahu sang ibu. "Mami... kalau kita cuma mengandalkan trik cemburu murahan itu, Papi paling cuma marah sebentar. Tapi itu tidak akan menghancurkan pesta pernikahan Liora!"Leli menaikkan alisnya, mendadak tertarik. "Maksudmu?""Pernikahan itu tinggal tiga hari lagi, Mi!" bisik Cynthia gencar, matanya berbinar gila. "Papi dan Xavier sudah mengunci semua akses. Pengawalan mereka ketat. Ta
Read more