Mata Cynthia berkilat tajam. Senyum licik bertunas di bibirnya yang tebal berpoles lipstik merah menyala. Melihat sang ibu yang sedang tersulut amarah, isi kepala Cynthia yang penuh intrik mulai merajut sebuah ide gila—sebuah rencana yang menurutnya sangat jenius dan tidak akan pernah gagal."Mami," panggil Cynthia lembut, merendahkan suaranya seolah sedang membocorkan rahasia besar paling berharga di dunia. Ia menarik Leli untuk duduk di tepi ranjang yang berantakan.Leli menyilangkan tangannya di dada, napasnya masih memburu. "Apa lagi, Cynthia? Mami sudah tidak tahan ingin melabrak Papi tua bangkai itu!""Jangan, Mi! Kalau Mami melabraknya sekarang, Mami cuma terlihat seperti wanita putus asa yang sedang mengemis perhatian!" potong Cynthia cepat, memegang kedua bahu ibunya dengan raut wajah sok pintar. "Kita harus pakai otak. Kita harus buat Papi yang berlutut, mengemis, dan memohon-mohon pada Mami!"Leli menaikkan satu alisnya, tertarik. "Maksudmu?"Cynthia tersenyum culas, menyip
Read more