Melihat situasi yang berjalan jauh dari skenario gilanya, kepanikan mendadak merayapi dada Cynthia. Namun, sebagai master manipulasi, ia dengan cepat mengontrol ekspresi wajahnya agar kepanikan itu tak kentara di mata publik.Dengan hembusan napas halus dan mata bergetar penuh rasa prihatin, Cynthia melangkah maju, memeluk bahu Leli yang masih membeku syok."Mami... tenang ya, Mi," bisik Cynthia dengan nada suara yang teramat lembut, seolah-olah ia adalah malaikat penolong di tengah kegelapan.Cynthia lalu berbalik menatap Martin. Wajahnya dipasang serapi mungkin—perpaduan antara kepedihan, kepatuhan, dan rasa cinta seorang anak yang ingin menyelamatkan keutuhan orang tuanya."Papi..." panggil Cynthia dengan nada memelas yang dirancang untuk mengetuk simpati siapa pun yang mendengar. "Tolong jangan emosi dulu, Pi. Mami melakukan ini semua cuma karena cemburu dan merasa diabaikan oleh Papi. Mami itu sangat mencintai Papi... Pria ini cuma luapan emosi sesaat Mami agar Papi mau memperhat
Read more