Tepat pukul lima pagi, seorang wanita, perias pengantin ternama sudah tiba di rumah Bibi Nina. Namun, sang calon pengantin tampaknya masih enggan berpisah dengan mimpi indahnya."Liora... MUA-nya sudah datang, Ayo bangun, Nak," panggil Bibi Nina seraya mengguncang pelan bahu Liora."Bibi... aku masih sangat mengantuk..." gumam Liora tanpa membuka mata. Bukannya duduk, ia justru menarik selimutnya makin tinggi hingga menutupi seluruh kepala."Liora, hari ini hari pernikahanmu dengan Xavier! Ayo cepat bersiap, nanti waktunya tidak keburu!"Kata Xavier dan pernikahan seketika menyengat kesadaran Liora. Matanya langsung terbuka lebar, menatap Bibi Nina dengan napas tertahan."Eh? Iya, Bibi! Aku mandi sekarang!" Liora mendadak terperanjat dan buru-buru meloncat dari tempat tidur."Liora, mandinya sebentar saja, ya! Ingat, punggung tangan dan kaki jangan digosok terlalu keras, nanti ukiran hennanya hilang!" wanti-wanti Bibi Nina setengah berteriak dari luar."Iya, Bibi!"Liora melangkah mas
Read more