Ketukan di pintu kamar yang terdengar beruntun membuat Liora terkejut. Dengan langkah malas, ia beranjak dari tempat tidur, berjalan mendekat, lalu menarik daun pintu. Di ambang pintu, berdiri seorang wanita paruh baya berseragam pelayan. Wanita itu langsung menyunggingkan senyum tipis yang tampak dipaksakan."Nona Liora, Anda sudah ditunggu di bawah untuk sarapan bersama," ucapnya dengan nada yang sangat sopan.Liora mengangguk pelan, berusaha membalas senyuman itu sewajarnya. "Iya, terima kasih."Namun, pelayan itu tidak segera berbalik. Ia justru menatap wajah Liora lekat-lekat, matanya berkaca-kaca samar. "Nona Liora... Saya senang sekali melihat Anda sekarang sudah tumbuh dewasa, dan juga sangat cantik."Liora terdiam. Ia menelisik wajah di depannya, mencoba memutar kembali memori masa kecilnya untuk mengingat siapa wanita tua ini. Namun, kepalanya tetap kosong."Nona sudah sangat lama meninggalkan rumah ini, jadi wajar jika tidak ingat lagi pada saya," wanita itu berucap l
Last Updated : 2026-05-25 Read more