Share

Bab 49

Author: Liazta
last update publish date: 2026-05-27 23:18:52

“Beneran mau makan bubur ayam?” tanya Dion sambil memelankan laju mobilnya.

“Iya,” jawab Liora cepat sambil mengangguk berkali-kali. “Aku udah lama banget pengen makan bubur ayam yang banyak suwiran ayamnya. Yang kerupuknya juga banyak.”

Dion terkekeh pelan.

“Baik, Nona Liora yang terhormat. Hari ini aku traktir sampai kenyang.”

Mobil itu kemudian berbelok masuk ke area parkir sebuah kafe bernuansa modern minimalis. Lampu-lampu hangat menghiasi bagian depan bangunan, membuat suasana malam teras
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
ya ampun kasian sekali kalu liora..dion hrus benar2 memberikan kasih sayang seorang kakak dengan serius krn secara psikis liora ini sakit...
goodnovel comment avatar
Elnathan
sedih banget, pelan2 kakaknya mulai memahami, Liora kamu perempuan tangguh........ semangat Thor aseeek banget ceritanya, ditunggu part lanjutannya...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 293

    Sudah tiga hari Leli dan Cynthia menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat sabetan cambuk hukuman keluarga Dominic. Namun selama tiga hari itu pula, Martin tak pernah sekalipun menginjakkan kaki di ruang rawat tersebut. Hanya Leon dan Deon yang bergantian datang menjenguk kondisi mereka. "Kenapa papimu sama sekali tidak mau datang menjenguk Mami?!" ceroscos Leli dengan raut wajah berang menahan nyeri di punggungnya. Leon menatap ibunya dengan pandangan dingin nan lelah. "Papi tegaskan Mami bukan lagi istrinya. Surat gugatan perceraian kalian sudah resmi didaftarkan Papi ke pengadilan." Mendengar hal itu, Leli seketika menjerit panik. "T-tidak! Mami tidak sudi bercerai dari papimu!" Baru detik ini rasa penyesalan yang teramat sangat menghantam kesadaran Leli. Selama ini ia sudah kelewat terbiasa hidup bergelimang kemewahan. Bagaimanakah nasib kehidupannya kelak tanpa adanya 'donatur' setia seperti Martin—pria yang selama puluhan tahun selalu menuruti setiap kegilaan dan keh

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 294

    “Kamu yang menabrak orang itu, Cynthia. Kamu yang menyebabkan semuanya terjadi.” Suara Leon semakin tegas. “Jadi sekarang, kamu sendiri yang harus mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum.”“T-tidak...” Cynthia menggeleng keras.Leon mengepalkan tangan.“Aku menyesal.”Cynthia menatap kakaknya dengan mata berkaca-kaca.“Aku menyesal karena dulu ikut menutup mata. Aku menyesal pernah melindungimu dan membiarkan Liora menanggung kesalahan yang bukan miliknya.”“T-tidak! Aku tidak mau dipenjara!”Cynthia kembali menangis.Ia buru-buru merangkak ke arah Deon.“Kak Deon! Tolong aku! Aku takut!”Deon membeku.Kedua tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Ia bahkan tidak sanggup menatap mata Cynthia.“Belajarlah bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan.”“Kak...”“Dua tahun lalu, Liora harus membusuk di dalam penjara demi menanggung kesalahanmu.” Suara Deon bergetar, tetapi ia memaksa dirinya tetap tegas. “Sekarang... giliranmu menghadapi konsekuensinya.”Cynthia terisak semaki

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 292

    Jari-jemari lentik Liora mulai merambat halus. Istri kecil Xavier itu menyusupkan tangannya ke balik kaus santai yang dikenakan suaminya, meraba perut berotot Xavier dengan sentuhan lembut nan hangat.Xavier seketika menahan napas, dadanya menegang menahan gejolak yang mendadak membakar tubuhnya. Napasnya kian tertahan ketika tangan mungil Liora merambat lebih tinggi, mengelus dada bidangnya yang terasa keras.Anehnya, Liora melakukan semua itu tanpa prasangka apa pun. Mulutnya tak henti-hentinya mengoceh riang, menceritakan kembali momen-momen berkesan saat pesta resepsi mereka tadi. Liora bahkan berbisik penuh ketakjuban—tak menyangka Mami mertuanya akan membela dirinya sehabis-habisan. Melihat raut wajah Leli dan Cynthia yang hancur berkeping-keping, Liora merasa lega. Ia yakin, setelah ini tidak akan ada lagi yang berani mengganggunya karena Mami mertuanya sangat galak dan protektif.Namun, Xavier sudah tidak bisa lagi fokus mendengarkan ocehan riang itu. Pria dewasa itu menarik l

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 291

    Kecupan hangat di kening itu membuat Liora perlahan memejamkan mata.Untuk beberapa detik, ia hanya diam dalam pelukan Xavier.Dada bidang pria itu terasa kokoh di dekat tubuhnya. Kehangatan dari pelukan tersebut perlahan meredakan kegugupan yang sejak tadi menguasai dirinya. Anehnya, berada sedekat ini dengan Xavier tidak lagi membuatnya ingin menjauh.Justru sebaliknya.Liora merasa aman.Sangat aman.Xavier pun tidak terburu-buru.Ia hanya membiarkan istrinya berada dalam pelukannya, seolah-olah ingin memberinya kesempatan untuk terbiasa dengan kedekatan mereka.Namun ketika Liora akhirnya mengangkat wajah, mata mereka bertemu.Dan seketika suasana berubah.Xavier merenggangkan pelukannya sedikit.Cukup untuk melihat wajah Liora dengan jelas.Tatapan pria itu tertahan lama di sana.Rambut lembut yang membingkai wajah Liora, pipinya yang masih bersemu merah, serta sepasang mata bening yang kini menatapnya dengan gugup.Xavier sampai lupa bernapas sesaat.“Kenapa menatapku seperti it

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 290

    Malam kian larut.Setelah pesta resepsi megah yang berlangsung berjam-jam akhirnya usai, Xavier membawa Liora ke penthouse pribadinya.Kamar utama di lantai paling atas telah disiapkan dengan begitu indah. Lilin aromaterapi berjajar di beberapa sudut ruangan, menyebarkan aroma lembut yang menenangkan. Kelopak mawar merah ditaburkan membentuk pola sederhana di atas tempat tidur king size.Namun, semua kemewahan itu justru membuat Liora semakin salah tingkah.Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun mewahnya dengan piyama sutra longgar berwarna krem, gadis berusia sembilan belas tahun itu berdiri di depan meja rias sambil pura-pura sibuk merapikan rambut.Padahal sejak tadi, rambutnya sudah berkali-kali ia sisir dengan jemarinya.Pipi Liora memerah.Mulai malam ini, ia dan Xavier benar-benar akan berbagi kamar sebagai suami istri.Jantungnya berdetak begitu cepat sampai-sampai ia merasa Xavier mungkin bisa mendengarnya.Di belakangnya, pintu kamar mandi terbuka.Xavier keluar dengan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   BAB 289

    Malam kian larut.Setelah pesta resepsi megah yang berlangsung berjam-jam akhirnya usai, Xavier membawa Liora ke penthouse pribadinya.Kamar utama di lantai paling atas telah disiapkan dengan begitu indah. Lilin aromaterapi berjajar di beberapa sudut ruangan, menyebarkan aroma lembut yang menenangkan. Kelopak mawar merah ditaburkan membentuk pola sederhana di atas tempat tidur king size.Namun, semua kemewahan itu justru membuat Liora semakin salah tingkah.Setelah membersihkan diri dan mengganti gaun mewahnya dengan piyama sutra longgar berwarna krem, gadis berusia sembilan belas tahun itu berdiri di depan meja rias sambil pura-pura sibuk merapikan rambut.Padahal sejak tadi, rambutnya sudah berkali-kali ia sisir dengan jemarinya.Pipi Liora memerah.Mulai malam ini, ia dan Xavier benar-benar akan berbagi kamar sebagai suami istri.Jantungnya berdetak begitu cepat sampai-sampai ia merasa Xavier mungkin bisa mendengarnya.Di belakangnya, pintu kamar mandi terbuka.Xavier keluar dengan

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 7

    Udara sore itu terasa berat ketika Liora melangkah keluar dari kafe.Ia tidak langsung pulang.Sejak keluar dari bank, ia tampak waspada membawa tasnya. Tas ini berisi buku-buku, uang dan batu bata. Jelas terasa cukup berat.Langkahnya tenang menyusuri trotoar di depan kafe. Tangannya menggenggam e

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 6

    “Kalau begitu… aku ikut mobil polisi saja,” kata Liora sambil tersenyum ringan. “Aku tidak ingin merepotkanmu.”Pria bendahara itu sempat terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Baik, Nona. Lebih aman memang begitu.”Beberapa petugas langsung membantu memindahkan koper-koper berisi uang itu ke da

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 5

    Ruangan itu masih dipenuhi sisa tangis Cynthia.Namun Liora sudah tidak lagi memperhatikan.Tatapannya beralih ke Martin.Tatapan itu dingin dan tenang.Seolah semua emosi tadi… tidak pernah menyentuhnya."Apa, kata Lely?" “Aku setuju.”Kalimat itu keluar begitu saja.Membuat semua orang terdiam.

  • Terpaksa Menikah Dengan Sang Penguasa Kejam   Bab 4

    "Tunangan?" "Iya sayang," jawab Lely lembut.“Ada sebuah keluarga." Martin diam sejenak. Berusaha menyusun kata -demi kata. "Ada keluarga yang sangat berpengaruh di kota ini.”Liora tidak menyela.Hanya menatapnya.“Hubungan dengan mereka akan membawa banyak keuntungan bagi keluarga kita.”Kalima

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status