Share

Bab 2

Penulis: Yunaza
Baru saja layar kunci terbuka, harapan terakhirnya langsung runtuh.

Ivy terpaku menatap wallpaper ponsel Theo untuk waktu yang lama. Resolusi wallpaper itu buram, seperti hasil potongan dan perbesaran dari foto kelulusan bersama. Gadis dalam foto itu dikuncir ekor kuda, senyumannya cerah. Jika hanya melihat matanya, memang ada kemiripan 70 sampai 80% dengannya.

Bagaimana mungkin tidak mirip? Itu adalah adik tirinya! Mereka satu ibu beda ayah!

Jari Ivy bergetar saat hendak mematikan layar. Tiba-tiba, sebuah pesan muncul.

[ Semuanya, barusan Kak Theo malah manggil nama Gaia waktu peluk Ivy, hampir saja bikin aku kaget setengah mati. Untung aku sigap nutupin. Kalau sampai dia tahu Kak Theo sama dia cuma buat bantu Gaia balas dendam, mungkin dia bakal nangis sampai mau bunuh diri. ]

[ Kak Theo memang setia banget. Demi Gaia, dia sampai tahan jijik buat naik ke ranjang wanita tua. Tapi dia mau main sampai kapan sih? Dulu 'kan bilang cuma main-main lalu ditinggal. ]

[ Jujur saja, Ivy memang agak tua, tapi badan dan wajahnya benar-benar mantap. Kalau suatu hari Kak Theo bosan, boleh nggak aku kejar dia buat main-main juga? ]

Percakapan di grup itu begitu menjijikkan. Seluruh tubuh Ivy mulai gemetar tak terkendali, tangannya bergetar saat hendak keluar dari halaman obrolan.

Detik berikutnya, sebuah foto dikirim ke grup, disusul pesan suara.

"Karena kalian tertarik sama tubuhnya, nih aku kirim satu foto buat manjain mata kalian."

Grup langsung heboh.

[ Buset! Kalau sudah kirim, kenapa nggak sekalian saja? Pakai sensor segala buat apa? ]

[ Setuju. Kirim yang asli dong. Tapi jujur, Ivy kelihatannya serius dan rapi, nggak nyangka di ranjang seseksi itu. Pantes Kak Theo main empat tahun juga nggak bosan, ekspresinya bikin aku mimisan. ]

[ Kalau mau lihat, minta saja ke Theo. Foto ini aku dapat waktu Theo bikin aku kesal. Dia bilang disensor supaya nggak mengotori mataku. ]

[ Kak Theo benar-benar .... Aku sampai terharu. Nona Besar Gaia, cepat resmikan dia jadi pasanganmu. Kamu tahu sendiri 'kan seberapa besar dia mencintaimu? Apa lagi yang masih perlu diuji? Kalau dulu bukan demi bantu, menurutmu dia bakal lirik cewek itu? ]

Grup itu semakin ramai, sementara kepala Ivy berdengung. Dia tidak bisa melihat atau mendengar apa pun lagi.

Dia kira Theo hanya menganggapnya sebagai pengganti, tak disangka pria ini benar-benar ingin menghancurkannya demi Gaia.

Foto dan video dirinya yang entah kapan diambil secara diam-diam, dijadikan alat untuk menyenangkan Gaia.

Namun, kenapa? Jelas-jelas Gaia adalah anak hasil perselingkuhan ibunya. Jelas-jelas ibunya yang meninggalkan ayahnya yang sakit parah, meninggalkan suami dan anak, lalu menikah lagi.

Kenapa semua orang justru berdiri di pihak Gaia dan mencacinya? Padahal dia tidak melakukan kesalahan apa pun!

Jantungnya tiba-tiba terasa nyeri. Air mata mengalir tanpa sadar. Dia segera mengusapnya, lalu menggunakan ponselnya sendiri untuk merekam layar.

Ivy menggulir riwayat obrolan ke atas, baru sadar sebagian besar isi percakapan mereka adalah merencanakan bagaimana cara menjebaknya.

Menyuruhnya menjemput orang tengah malam, lalu diatur agar dia diganggu preman. Sengaja membuat Theo minum saat dia sedang datang bulan, hanya untuk melihatnya menahan sakit sambil menggantikan Theo minum.

....

Satu demi satu kejadian itu seperti bumerang yang menusuk hati Ivy. Air mata mengaburkan pandangannya. Dia menggigit bibir kuat-kuat, mati-matian menahan isakan yang hampir keluar.

Saat keluar dari halaman obrolan, dia melihat tanda pin yang mencolok. Catatannya adalah "calon istri". Di bawahnya, jelas terlihat kontaknya dengan tanda lain, yaitu mode senyap.

Namun, Ivy sudah tak punya hati untuk memperhatikan itu semua. Dia hanya ingin menghapus foto dan video yang diambil diam-diam itu.

Dia mencari di semua aplikasi penyimpanan yang bisa ditemukan, tetapi tidak menemukannya. Dia hanya bisa menghibur diri, mungkin hanya ada satu foto itu saja.

Ivy mengembalikan ponsel ke tempatnya, hatinya dipenuhi kesedihan. Pantas saja setelah hubungan mereka stabil, saat dia ingin jujur pada Kelly, Theo selalu menghindar dan tidak mau mengumumkannya.

Ternyata hubungan yang dia kira cinta itu hanyalah perasaan sepihak dari seorang wanita cadangan.

Nada dering ponsel terdengar di tengah malam yang sunyi. Ivy refleks menutup speaker, lalu membawa ponsel itu ke balkon ruang tamu.

Begitu panggilan tersambung, suara atasannya terdengar dari seberang. "Ivy, gimana pertimbanganmu soal yang kemarin? Cabang lagi kekurangan orang. Awalnya memang akan sulit membuka pasar, tapi dengan kemampuanmu, kamu pasti bisa jadi manajer dan mikul tanggung jawab besar."

"Aku setuju untuk dipindahkan. Mohon beri aku waktu setengah bulan untuk serah terima pekerjaan."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 27

    "Bu Ivy, Pak Rico datang ke perusahaan, bersikeras ingin bertemu denganmu."Gerakan Ivy terhenti, dia mengangkat kepala dari tumpukan dokumen. Belum sempat membuka mulut, pintu kantor sudah didorong keras dari luar.Asisten yang hendak menghalangi langsung dihentikan olehnya. "Kamu turun saja dulu.""Baik."Ivy secara pribadi menuangkan segelas air untuk Rico, tetapi detik berikutnya, air itu langsung disiramkan ke wajahnya.Seolah-olah belum puas, sebuah tamparan keras langsung menyusul. Rasa amis darah langsung memenuhi mulutnya."Perempuan jalang!" Pria itu menunjuk hidungnya sambil memaki, "Siapa yang memberimu keberanian untuk mengakuisisi saham Grup Gunarso?!""Grup Gunarso sudah lama cuma jadi cangkang kosong. Daripada jatuh ke orang luar, dikasih ke siapa pun sama saja." Ivy mengambil beberapa lembar tisu, perlahan mengelap air di wajahnya."Lagi pula, sepertinya Pak Rico belum paham situasi. Sekarang sudah nggak ada lagi Grup Gunarso. Kalau aku mau, kapan saja bisa ganti naman

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 26

    Gaia tiba-tiba terduduk di lantai. Dia memandang Ivy seperti melihat hantu yang datang menagih nyawa.Begitu kabar bahwa pendiri Sunrise sekaligus pewaris masa depan Keluarga Abraham akan menikah dengan putri sulung Keluarga Gunarso tersebar, hampir seluruh kalangan atas terguncang.Semua orang tahu Keluarga Gunarso beberapa tahun terakhir terus merosot dan putri sulungnya bahkan baru saja membuat skandal di pernikahan hingga diusir oleh Keluarga Pramono.Tak ada yang mengerti kenapa Roman yang punya segalanya, baik itu nama, kekuasaan, ataupun bakat luar biasa, justru memilih wanita dengan reputasi buruk sebagai pasangan pernikahan.Bahkan Theo pun merasa bingung. Dia tidak mengerti apa yang sebenarnya direncanakan Roman.Sebelum Theo sempat bereaksi, tiba-tiba lagu "Wedding March" terdengar. Dia refleks mendongak, melihat pintu aula terbuka.Seorang wanita dengan gaun pengantin putih berjalan perlahan ke atas panggung. Begitu melihat wajah wanita itu, kepala Theo seperti meledak.Seg

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 25

    Tanpa memberi tahu siapa pun, Ivy langsung mengurus prosedur keluar dari rumah sakit. Dia pulang, menutup tirai, lalu menjatuhkan diri di sofa dan tertidur lelap.Entah sudah berapa lama dia tidur, suara ketukan pintu yang samar terdengar di telinganya. Dalam kondisi setengah sadar, dia tidak bisa bangun, jadi kembali tenggelam dalam tidur.Saat bangun lagi, ruangan sudah gelap. Hanya ada cahaya biru redup dari laptop di sofa tunggal di samping.Roman sedikit menunduk, menatap layar dengan fokus. Sepertinya dia sedang bekerja. Cahaya layar menyinari rambutnya, membuat seluruh dirinya tampak begitu lembut."Lapar?" Suara rendah pria itu menarik kesadaran Ivy kembali.Tatapan mereka bertemu, Ivy bertanya, "Gimana kamu bisa masuk?"Roman sedikit mengangkat kacamata berbingkai emas di pangkal hidungnya. "Maaf, aku khawatir, jadi langsung menyuruh orang buka kunci. Kalau kamu keberatan, aku bisa langsung pergi."Sambil berkata begitu, dia berdiri dari sofa. Saat melewati depan Ivy, tiba-tib

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 24

    Ayah Ivy tergeletak di lantai."Ayah!" Ivy langsung berlari mendekat, ujung jarinya gemetar saat memeriksa napasnya. Untungnya masih ada napas.Dalam kepanikan, dia tanpa sadar menekan nomor yang sudah sangat dia hafal. Nada dering bahkan belum sempat berbunyi dua kali, sudah diangkat."Roman, tolong aku!"Mobil melaju kencang, menerobos beberapa lampu merah. Setelah ayahnya dibawa ke ICU, tubuh Ivy baru terasa lemas. Sepasang tangan yang kuat langsung menopang pinggangnya."Aku di sini, jangan takut. Paman akan baik-baik saja."Ivy tidak menjawab, hanya menunduk dengan mata memerah.Entah berapa lama, pintu ICU akhirnya terbuka lagi. Ivy langsung menghampiri, menatap dokter dengan penuh harap. Dokter menghela napas pelan, lalu menggeleng."Pasien mengalami serangan jantung akut dan melewatkan waktu terbaik untuk penanganan ...."Telinganya langsung berdengung. Ivy merasa pusing, tubuhnya lemas. Dia tidak lagi bisa mendengar apa pun dengan jelas. Air matanya jatuh tanpa henti.Hati Rom

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 23

    "Theo, sekarang kamu pakai status apa untuk mengaturku?" Ivy mencibir dingin. "Mantan pacar tanpa status atau adik Kelly?"Mendengar itu, senyuman di sudut bibir Theo langsung meredup. Tangan yang berada di bahunya tanpa sadar mengendur.Ivy mengambil kantong dari tangan Roman, mengucapkan terima kasih dengan tenang, lalu berjalan menuju Bentley hitam yang terparkir tak jauh."Ivy, Keluarga Abraham nggak akan menerimamu. Nyonya Abraham nggak mungkin punya latar belakang sepertimu."Langkahnya sempat terhenti, tetapi Ivy seolah-olah tidak mendengar dan langsung masuk ke mobil.Saat mobil sudah melaju agak jauh, dia baru melirik lewat kaca spion. Theo masih berdiri di tempat dengan kepala tertunduk. Cahaya lampu yang redup memanjangkan bayangannya, membuatnya tampak sedikit kesepian.Hanya sekilas, Ivy sudah menarik kembali pandangannya dengan tenang. Roman menoleh padanya dan berkata dengan lembut, "Nggak perlu pikirkan omongannya."Ivy tersenyum mengejek dirinya sendiri, lalu berkata d

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 22

    Ivy sudah siap. Dia langsung menendang perut Gaia dari belakang hingga membuatnya membungkuk kesakitan."Kalian semua lihat baik-baik ya, ini pembelaan diri." Setelah itu, dia mendekat dan berbisik di telinga Gaia, "Katanya aku wanita kasar, 'kan? Ya sudah, aku selesaikan dengan cara wanita kasar.""Kalian suka memutarbalikkan fakta dan pura-pura nggak bersalah? Ya sudah, kalian pura-pura saja sampai puas."Sejak kecil, Ivy sering membantu ayahnya bekerja, jadi tenaganya tidak kecil. Menghadapi dua wanita manja seperti mereka bukan masalah besar. Satu lawan dua, tetapi dia sama sekali tidak kalah.Saat petugas keamanan datang, Ivy sedang mencengkeram rambut Gaia dengan tangan kiri, sementara kaki kanannya menginjak punggung Joy. Riasan mereka berantakan, wajah penuh air mata dan ingus.Gaia menutupi wajahnya sambil menangis. "Aku sudah tahu dari dulu kamu cuma pura-pura! Kamu pikir Theo dan Roman masih akan menginginkanmu setelah melihat wajah aslimu?!"Joy yang tergeletak di lantai be

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 10

    Seolah-olah sudah menduga dia akan menolak, Theo tidak menunjukkan reaksi berarti terhadap sikapnya.Dia mematikan rokok di ujung jarinya, lalu saat kembali menatap ke arah kamar di lantai tujuh, tatapannya menjadi suram."Ivy, kamu cabut laporan secara sukarela atau aku cari cara supaya kamu mencab

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 9

    Setelah menutup telepon, Ivy mematikan ponselnya, lalu menjatuhkan diri ke tempat tidur dan tertidur dalam keadaan setengah sadar.Sampai suara bel membangunkannya, dia baru sadar hari sudah gelap. Dengan kepala yang masih berat, Ivy berjalan membuka pintu.Baru saja terbuka sedikit, pintu tiba-tiba

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 8

    Begitu kata-kata itu terlontar, Theo seolah-olah tersadar dari mimpi, lalu langsung melepaskan tangannya.Ivy mengusap pergelangan tangannya, lalu berbalik dan pergi tanpa ragu sedikit pun."Kenapa? Sudah benar-benar jatuh cinta ya? Kalau begitu, perlu aku restui kalian? Soal anak, kamu juga nggak p

  • Pesona Adik Sahabatku: Aku Bukan Cintanya   Bab 7

    Saat kesadarannya kembali, Ivy membuka kelopak matanya yang terasa berat dengan susah payah.Ruang rawat itu kosong dan sunyi, begitu sunyi sampai Ivy bisa mendengar suara Kelly berbicara di koridor."Sepertinya Ivy sebentar lagi bangun, kamu nggak mau masuk dan lihat?""Nggak perlu, jangan bilang k

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status