Heri menatap lembaran bukti transfer bank di mejanya dengan mata menyipit tajam. Pria tegap itu berdiri dari tepi meja, meraih cangkir kopinya, lalu melangkah santai menuju jendela kaca besar yang memperlihatkan lanskap kota."Jangan pakai cara kasar, Man," ujar Heri dingin tanpa berbalik. "Konfrontasi otot cuma buat kelas preman jalanan. Pria seperti Robert harus dihancurkan lewat sistem sampai dia tidak punya ruang buat bernapas lagi."Maman menyilangkan kedua tangannya di atas dada, menyunggingkan senyum miring yang kaku. "Lalu apa instruksimu, Her?"Heri memutar tubuhnya, menatap Maman dan Karin yang berdiri di dalam ruangan."Karin, panggil tim pengacara utama kita sekarang. Serahkan seluruh rekaman percakapan, jejak digital, dan bukti transfer dari agensi cyber itu langsung ke Krimsus Polda Jawa Barat. Minta mereka terbitkan laporan atas tuduhan kejahatan UU ITE, fitnah terorganisir, dan sabotase bisnis.""Siap, Pak Heri," jawab Karin cepat sembari mencatat instruksi tersebut."
Read more