Siang itu, ruang privat ber-AC di lantai atas restoran bintang lima pusat kota terasa teramat lengang. Meja bundar besar berpelitur gelap sudah tertata rapi dengan hidangan makan siang berkelas.Heri duduk tegap di kursi utama, mengenakan kemeja hitam yang dipadu jas abu-abu gelap tanpa dasi. Maman berdiri diam di balik punggungnya bagaikan dinding karang yang siap mengeksekusi perintah.Pintu ganda ruang privat terbuka. Kapolres setempat bersama Kepala Dinas Perizinan Utama melangkah masuk, disusul oleh Pak Frans yang menyunggingkan senyum formalitas.Namun, tepat di belakang Pak Frans, sosok Bang Garong ikut menerobos masuk dengan jaket kulit hitamnya, melangkah angkuh tanpa rasa canggung sedikit pun."Selamat siang, Pak Heri," sapa Kepala Dinas sembari menjabat tangan Heri. "Suatu kehormatan bisa diundang makan siang oleh CEO Utama Group.""Selamat siang, Pak Kadis, Pak Kapolres," balas Heri dengan nada suara bariton yang mantap dan tenang. Heri melirik Bang Garong yang langsung me
続きを読む