Heri mendorong pintu kayu tebal ruang kerjanya, melangkah masuk ke dalam ruangan sejuk di lantai dua itu.Maman mengekor santai di belakangnya, lalu menutup pintu rapat-rapat.Heri melepaskan jas kerjanya, menggantungkannya di sandaran kursi kulit, sementara Maman langsung mendaratkan tubuh tegapnya di kursi depan meja kerja sang CEO.Maman menyandarkan punggungnya, menatap sahabat sekaligus atasannya itu dengan raut wajah bertanya. "Ada apa, Her? Tegang amat mukamu dari bawah tadi."Heri menghela napas panjang melalui hidung, mendudukkan dirinya perlahan di kursi kebesarannya.Pria tegap itu menautkan kedua jemarinya di atas meja, menatap Maman dengan raut wajah seorang ayah yang memikirkan keselamatan anaknya."Ini soal Nathan," buka Heri dengan suara bariton yang dalam dan serius.Maman menaikkan sebelah alisnya. "Nathan? Kenapa lagi sama anakmu? Bukannya kemarin masalah anak-anak nakal di sekolahnya udah beres?""Udah beres, mereka udah nggak berani lagi," jawab Heri pelan."Tapi
Read more