"Apa yang udah dilakuin orang sinting itu ke kamu Tar?" Tanya Sari lagi. "Sar, bukan apa-apa. Cuma... kemarin pas mindahin barang di rumah baru, pergelangan tanganku sempat kesangkut ujung meja besi. Kulitku kan emang gampang memar," kilah Btari, mencoba tertawa kecil untuk mencairkan suasana. Namun, suaranya yang bergetar justru mengkhianati kebohongannya sendiri.Sari tidak bodoh. Sebagai sahabat yang paling dekat dengan Btari, ia tahu betul perbedaan antara memar akibat benturan tidak sengaja dan memar berbentuk garis simetris yang melingkar sempurna seperti bekas ikatan."Jangan bohong sama aku, Tar," potong Sari. Ia memajukan tubuhnya di atas meja, menatap lekat mata sahabatnya. "Apa yang udah dilakuin orang sinting itu ke kamu, Tar? Kamu nikah sama dia baru hitungan hari, dan sekarang tangan kamu memar kayak habis dikurung begini? Pak Ararya main fisik sama kamu?!"Btari mengalihkan pandangannya, menolak membalas tatapan Sari. Ia meremas jemarinya sendiri di bawah meja, merasak
اقرأ المزيد