“Lian.” Sean berkali-kali mengetuk pintu kamar Lilian yang tertutup rapat dan dikunci, tidak memberinya izin masuk sembarangan. Sekali lagi, Sean mengetuk pintu. “Lian, aku akan pulang sekarang. Jika kau membutuhkan aku telephone saja kapanpun kau mau, sampai bertemu besok.”Tidak adanya jawaban yang terdengar, Sean sadar bahwa percuma dia menanti di depan pintu. Sean harus sabar, setidaknya sekarang Lilian tidak begitu marah lagi padanya, dia masih memiliki waktu untuk bicara dengan Lilian besok sebelum pesta dimulai.Menyusuri kesunyian, berkali-kali Sean melihat kepenjuru arah mencari keberadaan pengawal Lilian yang sempat membuatnya kesal.Kemana perginya pengawal itu? Sean ingin sekali memberinya pelajara agar dia tidak lagi melewati batas, apalagi coba-coba mendekati Lilian dan memanfaatkan kepolosannya.Siluet tubuh Selena terlihat diluar, dengan cepat Sean keluar pintu utama. Alahkah terkejutnya Sean begitu ia lihat Selena tengah menggigil hebat dalam keadaan badan basah kuy
더 보기