Aroma kopi tercium lebih kuat seiring dengan langkah Selena yang semakin dekat. Sean mulai menyandarkan bahunya, ia tersenyum memperhatikan keanggunan dan kedewasaan yang terpancar pada diri Selena, ada getaran adrenalin saat bersamanya, sangat berbeda dengan Lilian. Lilian.. Sudah dua jam Sean mengirimnya pesan, namun Lilian tidak kunjung membaca apalagi membalasnya. Apa kali ini, Lilian akan merajuk lebih lama? Padahal, Sean sama sekali tidak akan membujuknya. Selena meletakan kopi yang dibawanya di atas meja belajar Sean, ia membungkuk melihat komputer Sean yang masih menyala. “Apa tugasmu belum selesai juga?” “Sebentar lagi juga akan selesai,” jawab Sean tak henti memperhatikan wajah Selena yang semakin dekat. Tanpa terduga, Selena bergabung duduk ujung kursi yang Sean duduki. Selena menoleh, semakin mengikis jarak yang tersisa sampai Sean bisa merasakan sapuan hangat napasnya dipipi, melihat lebih jelas riasan tipisnya dan garis bibirnyanya yang terlewati oleh lipsti
더 보기