Saat pintu ditutup, ruangan terasa dingin dan senyap. Sosok Elisio yang berdiri di depan jendela, menghadapi cahaya tampak seperti sebuah bayangan pekat yang akan menelan setiap cahaya.Jach mendekat dengan langkah tak bersuara, menghadapi berbagai kemungkinan yang harus dia hadapi.Sejak awal, Jach sudah tahu bahwa bukan hal yang mustahil untuk seorang Elisio Hemilton mengetahui keberadaan putranya, mengetahui apa yang sedang dilakukan, dan dengan siapa saja dia menghabiskan waktunya.Namun, dari sekian banyak hal yang Elisio ketahui, apakah Elisio juga tahu bahwa kini Mante lupa ingatan? “Kenapa kau tidak membujuknya pulang, jika dia sudah bersedia bicara dan bertemu denganmu,” tanya Elisio, ternyata sudah mengetahui bahwa kedua putranya telah saling bertemu.Dagu Elisio terangkat, sementara tangannya menggenggam erat tongkat.Elisio selalu memberi kebebasan kepada anak-anaknya, namun bukan berarti dia tidak memiliki mata dan telinga untuk memberitahu setiap hal yang telah terjadi.
더 보기