"Maaf ya, gara-gara aku tadi suasananya jadi makin panas," lanjut Zahwa, mengusap bahu Kinara yang masih berdiri kaku, lalu memegang kedua lengan sahabatnya itu dengan lembut.Kinara menarik napas panjang, menetralkan rasa sesak di dadanya sebelum akhirnya menggelengkan kepala pelan dan tersenyum tipis."Enggak, Wa... justru aku yang harusnya terima kasih sama kamu," bisiknya. "Kalau enggak ada kamu, aku enggak tahu harus gimana hadapin Maminya Alex tadi."Zahwa mengembuskan napas lega. Ia sendiri masih tidak menyangka jika Maminya Alex begitu jahatnya terhadap Kinara. Jika ia yang direndahkan, mungkin ia sendiri juga tak bisa berkutik karena saking terkejutnya."Beneran enggak apa-apa, kan? Muka kamu pucat banget, Ra," tuturnya khawatir. "Menurutku, mending kamu pulang aja dulu deh, balik ke rumah buat istirahat. Soal Mbok Minah, biar aku sama Ares yang jaga di sini. Kamu tenangin diri kamu dulu."Kinara mendongak dan dengan cepat menggelengkan kepala. "Ng
Read more