Mbak Yuni sempat ragu sejenak, namun akhirnya mengangguk pelan. "Iya, benar, Bu. Mbak Kinara sama Mbak Zahwa ada di dalam. Mari, Bu, Pak, silakan masuk dulu.""Terima kasih, Mbak," sahut Debby seraya melangkah masuk diikuti Devan yang masih membisu."Silakan duduk dulu, Bu, Pak. Saya panggilkan Mbak Kinara sama Mbak Zahwa sebentar," ucap Mbak Yuni sopan sebelum berbalik menuju kamar Kinara.Mbak Yuni mengetuk pintu kamar dengan pelan. "Mbak Kinara, Mbak Zahwa, di depan ada tamunya. Katanya mau ketemu Mbak Zahwa.""Iya, Mbak Yuni, terima kasih ya. Nanti kami keluar," jawab Kinara dari dalam. Mbak Yuni lalu berpamitan untuk kembali ke kamarnya di belakang.Suasana kamar mendadak hening. Zahwa meremas ujung bajunya, matanya menatap pintu kamar dengan sorot ragu dan cemas. Ia belum siap berhadapan dengan Devan, apalagi dengan ibu mertuanya."Ra... aku takut," bisiknya lirih. "Aku belum siap ngomong sama Mas Devan. Apalagi ada Mama di depan."Kinara
Read more