Sesampainya di rumah, Zahwa bergegas menuju kamar, berniat melepas gaunnya dan membersihkan diri.Namun saat ia memutar kedua tangannya ke belakang punggung, ia baru teringat kalau ritsleting itu susah digapai oleh jarinya sendiri. Setelah beberapa kali mencoba hingga lengannya terasa pegal, Zahwa akhirnya menyerah. Ia terpaksa keluar dari kamar mandi. Begitu keluar, ia mendapati Devan sedang berdiri di dekat jendela, sibuk berbicara dengan seseorang di seberang telepon.Devan menoleh begitu melihat Zahwa berjalan menghampirinya. Pria itu menjauhkan ponselnya dari telinga sejenak."Ada apa?" tanyanya berbisik.Zahwa menggigit bibir bawahnya sekilas, lalu menunjuk ke arah punggungnya sendiri. "Tolong bantuin aku buka ritsletingnya, Mas," jawabnya, ikut berbisik.Devan mengangguk paham. Sambil menempelkan kembali ponselnya ke telinga, ia memberi isyarat pada Zahwa untuk memutar badan membelakanginya. Zahwa menurut. Ia membalikkan tubuhnya, membelakan
Last Updated : 2026-06-15 Read more