"Y-ya, aku nggak tahu, k-kalau..." Kalimat Zahwa menggantung di udara. Ia menurunkan pandangannya, menatap telapak tangannya sendiri yang tadi sempat mendarat di area terlarang itu. Dengan panik, ia menggerak-gerakkan jemarinya, merasa seolah tangan itu telah ternodai.Zahwa mengembuskan napas panjang, mencoba menenangkan diri. Ia menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang memerah karena rasa malu."Kalau itumu yang ketendang... aku, minta maaf," lanjutnya begitu lirih. Rasanya, ia benar-benar ingin menghilang sekarang daripada harus menanggung rasa canggung ini.Melihat tingkah Zahwa yang salah tingkah, sudut bibir Devan berkedut, menahan senyum agar tidak meledak menjadi tawa yang bisa membuat Zahwa semakin merajuk.Devan bergerak mendekati Zahwa, lalu mengulurkan tangan untuk mengangkat dagu wanita itu, memaksanya agar mau mendongak.Begitu dagu Zahwa terangkat, Devan langsung menyambut sepasang mata bulat milik Zahwa. Pandangan Devan kemudian turun, meneliti kedua pipi
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-06-02 อ่านเพิ่มเติม