Zahwa terkekeh pelan. "Sejak kapan kamu jadi narsis begini, Mas?""Sejak nikah sama kamu," sahut Devan tanpa ragu."Kamu tahu, Zahwa? Sebenarnya dari awal, aku sadar kalau kamu menyukaiku. Kamu sering memberiku perhatian, bersikap sabar, bahkan tetap setia meski aku belum bisa membuka hatiku padamu," lanjut Devan yang seketika membuat senyum di bibir Zahwa lenyap.Sejelas itukah perasaannya hingga Devan langsung menyadarinya sejak awal?Ingin rasanya Zahwa menarik tangan, membalikkan badan dan bersembunyi di balik selimut sekarang juga. Namun entah mengapa tubuhnya mendadak kaku."Tapi karena belum siap membuka hati, aku nggak mau memberimu harapan. Jadi aku memilih untuk bersikap dingin sejak awal kita menikah."Kata-kata Devan barusan menghantam dada Zahwa, menyisakan rasa sesak. "Ah, gitu ya..."Entah kenapa bibir Zahwa mengulas senyum padahal hatinya tersayat-sayat mendengar penolakan sejelas itu.Zahwa mengerjapkan matanya berkali-kali, beru
ปรับปรุงล่าสุด : 2026-06-15 อ่านเพิ่มเติม