Javendra menoleh, menatap Sasa dengan pendar mata yang sangat lembut di bawah remang cahaya lampu jalanan. "Tidak, Sasmaya," jawab Javen dengan suara rendahnya yang hangat. "Kau menjawabnya dengan sangat sempurna." Sasa tersenyum lega, jari-jarinya menaut meremas bagian bawah gaunnya. " Ah, benarkah? Syukurlah, Tuan." "Ya, kamu sangat pandai membuat Kenzo tak berkutik, aku menyukai caramu menjawab tadi." "Saya hanya menyampaikan apa yang sebenarnya, Tuan. Semoga saja tadi saaya tidak tampak seperti menyombongkan diri di depan Pak Kenzo." "Kenapa memangnya? Kamu boleh sombong, apa pun itu asalkan tidak membalas senyuman Kenzo." Sasa terkekeh. "Tuan, jangan kesal begitu, saya jadi bingung." Javendra meraih jemari Sasa, membawa punggung tangan gadis itu ke bibirnya lalu mengecupnya pelan. "Justru itu yang membuat jawabanmu bagus, Sasmaya. Kau polos, tapi kata-katamu langsung memukul harga dirinya." Sasa terkekeh pelan. "Tuan Javen bisa saja. Saya hanya pelayan yang kebetula
Read more