Sasa mengembuskan napas lega setelah memastikan suhu air di dalam bathtub benar-benar pas. Uap hangat perlahan memenuhi kamar mandi yang luas, sementara ia merapikan handuk putih di tepi bathtub, menyiapkan pakaian ganti, serta meletakkan segelas air mineral di atas meja kecil, persis seperti rutinitas yang selalu ia lakukan setiap kali Javendra pulang dalam keadaan lelah. "Airnya sudah siap, Tuan," ucapnya pelan sambil melangkah keluar dari kamar mandi. Pintu kamar pada saat yang sama terbuka dari arah luar. Javendra baru saja masuk setelah berbicara dengan Bi Lastri. Dasi yang sejak tadi melingkar rapi di lehernya ditarik longgar, sementara dua kancing teratas kemejanya sudah terbuka, memperlihatkan tulang selangka dan sedikit dadanya yang masih dipenuhi sisa kelelahan setelah seharian berkutat dengan pekerjaan. Begitu melihatnya, Sasa spontan memalingkan wajah. "Saya... permisi saja, Tuan." Javendra menghentikan langkahnya, lalu memandang gadis yang bahkan tidak berani me
Read more