Setelah tepuk tangan riuh untuk Bi Lastri dan Bram berangsur mereda, suasana hall utama mansion Maheswara kembali hening penuh antisipasi. Pembawa acara melangkah maju ke tengah panggung, mengangkat mikrofonnya dengan raut wajah hangat. "Selanjutnya," seru MC dengan nada lembut namun berwibawa, "kami persilakan kepada perwakilan keluarga dari pihak wanita... Ibu Andini, ibu dari Nona Sasmaya, untuk berkenan menyampaikan kata sambutan dan doa restunya." Di sudut belakang hall, Aldebaran seketika tersentak hebat. Napasnya tertahan di tenggorokan, matanya mendadak membelalak lebar menatap lurus ke arah panggung utama. Tubuh pria paruh baya itu gemetar tajam saat melihat sosok wanita yang didorong menggunakan kursi roda keluar dari balik tirai samping panggung, didampingi oleh seorang perawat berseragam putih di sisinya. Wajah wanita itu memang sudah menua, guratan usia dan jejak penderitaan membingkai parasnya, sangat berbeda dari ingatan sekilas yang tersimpan di masa lalunya. Namun,
Read more