8 "Sayang, maaf sudah membuatmu khawatir," sesal Narendra saat sudah tiba di ruang rawat Arnita. "Kamu kemana saja, Mas?" "Ada masalah di kantor dan pabrik. Aku tadi masih mengurus itu semua. Maaf ya, aku gak bilang dulu sama kamu tadi kalau aku masih ada urusan hingga membuat kamu khawatir." "Aku takut kamu kenapa-kenapa, Mas. Aku khawatir banget." "Maaf, ya," Sekalipun pikirannya kalut, Narendra tak ingin membuat sang istri ikut kepikiran sehingga dia berusaha menampilkan ekspresi yang baik-baik saja. Ia memeluk erat sang istri berusaha mencari ketenangan akan hatinya yang gundah gulana. "Kamu penyemangatku, tujuan hidupku. Sekalipun semua pergi dariku, aku harap kamu tak akan ikut pergi bersama mereka. Aku hancur tanpamu, Ta. Kamu pelangiku, cahayaku. Kamu satu-satunya kekuatan yang aku punya saat ini. Love you more and forever."
Last Updated : 2026-05-08 Read more